Teror “Wartawan Bodrex” Hantui Jombang: 302 Desa Jadi Sasaran Modus Gertak Sambal

Jombangterkini.com Jombang – Jagat pemerintahan desa di Kabupaten Jombang sedang tidak baik-baik saja. Seorang oknum yang mengaku sebagai jurnalis bernama Yudi dari media “Pojok Nasional” diduga melakukan aksi teror dan intimidasi terhadap ratusan kepala desa (Kades). Tak main-main, bidikannya mencakup 302 desa dan 4 kelurahan di seluruh penjuru Jombang.
​Berdasarkan investigasi , Yudi menggunakan pola “klasik” namun agresif: mengirim pesan singkat via WhatsApp, melontarkan tuduhan terkait Dana Desa (DD) atau BUMDes 2025, lalu mengancam akan menayangkan berita miring jika permintaannya tidak digubris.
​Modus Operandi: “Kalau Gak Direspon, Saya Naikkan!”

Foto tangkapan layar dari salah satu kades

​Aksi “gerilya” Yudi terendus di beberapa kecamatan dengan pola yang identik. Salah satu korbannya adalah Kades Brangkal. Ia menerima pesan bernada ancaman dari nomor 0889-9197-XXXX.

​”Ijin konfirmasi DD 2025. Kalau gak direspon saya naikkan,” tulis Yudi dalam pesan tersebut.

​Benar saja, saat tak mendapat respons, Yudi langsung menayangkan berita sepihak di medianya. Tak berhenti di situ, ia kembali meneror Kades dengan mengirimkan tembusan surat dari sebuah LSM berinisial JCA ke Kejari Jombang guna menambah tekanan psikologis.

​Menyasar Perangkat Desa hingga Camat
​Bukan hanya Kades, Sekretaris Desa (Sekdes) Brambang pun ikut kena “getahnya”. Dengan dalih memiliki info “tidak enak” soal penyertaan modal BUMDes sebesar Rp164 juta, Yudi mencoba masuk melalui perangkat desa.

​Hal serupa terjadi di Kecamatan Gudo. Kades Sepanyol mengungkapkan bahwa seluruh Kades di kecamatannya, bahkan hingga tingkat Camat, tidak luput dari sasaran WhatsApp sang oknum. Yudi kerap memposisikan diri seolah pakar dengan mengaku sebagai mantan konsultan proyek swasta untuk menakut-nakuti desa terkait kelebihan bayar proyek fisik seperti gapura.

​Siapa Sebenarnya Yudi?

​Hasil penelusuran tim investigasi menemukan fakta mengejutkan:
​Identitas Misterius: Nama “Yudi” tidak tercantum dalam boks redaksi media Pojok Nasional.

​Bukan Warga Lokal: Ia mengaku berasal dari Surabaya, bukan orang Jombang.
​Bungkam saat Dikonfirmasi: Saat dikirimi konfirmasi resmi melalui surat tugas Pimred, Yudi tidak memberikan respons dalam waktu 1×24 jam.

​Hingga saat ini, laporan serupa telah masuk dari 5 kecamatan, termasuk Mojoagung, Mojowarno, Diwek, Perak, dan Bandar Kedungmulyo. Tim koordinator bahkan telah mengantongi 15 tangkapan layar (screenshot) dan rekaman suara sebagai bukti dugaan praktik pemerasan ini.
​PKDI Jombang: “Lawan, Jangan Mau Diinjak-injak!”

​Menanggapi fenomena ini, Ketua DPC Perkumpulan Komunikasi Desa Indonesia (PKDI) Jombang, Supono, meradang. Ia menginstruksikan seluruh Kepala Desa untuk merapatkan barisan dan tidak gentar menghadapi intimidasi.

​”Ketika ada oknum yang memanfaatkan media untuk melakukan pemerasan, ya kita lakukan perlawanan! Kalau kita tidak berani melawan, kita justru akan diinjak-injak,” tegas Supono kepada media, Jumat (24/04/2026).

​Supono menyarankan para Kades untuk mengabaikan pesan dari sumber yang tidak jelas. Jika oknum tersebut berani datang dan meminta uang, ia meminta para Kades untuk segera berkoordinasi demi menjaga kondusivitas wilayah Jombang.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *