Tragedi “Bonceng Empat” di Gudo: Santri Asal Pasuruan Meninggal Dunia Usai Tabrakan di Jalan Sepanyul

JOMBANG TERKINI, GUDO – Kecelakaan maut yang melibatkan dua sepeda motor kembali memakan korban jiwa di wilayah hukum Polres Jombang. Seorang remaja berstatus pelajar meninggal dunia setelah motor Honda Revo yang ditumpanginya bersama tiga rekannya terlibat kecelakaan hebat di Jalan Raya Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Jombang, Kamis (30/1/2026) sore.

​Kronologi: Kecepatan Tinggi dan Kehilangan Kendali

​Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Berdasarkan data dari Polsek Gudo, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Scoopy (S-5471-OU) yang dikendarai oleh M. Ferdi (17) bersama rekannya Erlangga (14) melaju dari arah barat ke timur. Saat mencapai lokasi kejadian, pengendara Scoopy berniat berbelok ke arah selatan.

​Nahas, pada saat yang bersamaan, meluncur searah di belakangnya sepeda motor Honda Revo (S-4301-XK) yang dikendarai oleh M. Haidar Alim (15). Diduga karena membawa muatan berlebih—yaitu berboncengan empat orang—serta melaju dengan kecepatan kencang, motor Revo tersebut kehilangan kendali dan langsung menghantam motor di depannya.

​Satu Korban Jiwa, Tiga Rekan Luka-Luka

​Akibat benturan keras tersebut, pengendara Honda Revo, M. Haidar Alim, remaja asal Pasuruan, dinyatakan meninggal dunia (MD) dan langsung dievakuasi ke RSUD Jombang.

​Sementara itu, tiga rekan korban yang membonceng di motor yang sama dilaporkan mengalami luka-luka:

​Fahri Agus (15) asal Jakarta (Luka ringan).

​Rizki Ramadhan (15) asal Bekasi (Luka ringan).

​Nafi Udin (15) asal Jakarta (Luka ringan).

​Beruntung, pengendara dan penumpang Honda Scoopy dilaporkan selamat tanpa mengalami luka sedikit pun, meski kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan ditaksir mencapai Rp2.000.000.

​Penanganan Polisi

​Petugas kepolisian dari Polsek Gudo segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi mata, Sukamto (48) dan M. Arif Hidayat (25). Guna penyelidikan lebih lanjut, kasus kecelakaan ini kini telah dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Polres Jombang.

​Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan pelajar akan bahaya berkendara melebihi kapasitas (bonceng berlebih), yang sangat berisiko terhadap keseimbangan dan kontrol kendaraan di jalan raya.

(Red/Dar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *