Mencekam! 100 Orang Tak Dikenal Cegat dan Keroyok Pemuda di Nganjuk, 1 Tewas 3 Luka Berat

Jombangterkini.com. Nganjuk. – Aksi kekerasan jalanan berdarah kembali pecah dan menelan korban jiwa. Sebuah kelompok massa misterius yang diperkirakan berjumlah hingga 100 orang, secara membabi buta menyerang empat pemuda di Jalan Semeru, Dusun Bedingin, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Insiden tragis ini terjadi tepat di depan SDN Sukorejo pada Rabu (24/6/2026) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

​Akibat pengeroyokan brutal tersebut, seorang pemuda bernama Sutrisno (20), warga Dusun Congol, Desa Macanan, Kecamatan Loceret, tewas mengenaskan di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga rekannya mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kronologi Penghadangan Maut

​Peristiwa mencekam ini bermula saat keempat korban—yang diketahui merupakan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)—sedang berboncengan menggunakan dua unit sepeda motor Honda Vario. Mereka melaju dari arah timur ke barat sambil membawa bendera atribut organisasi.

​Namun sesampainya di depan SDN Sukorejo, langkah mereka mendadak terhenti. Ratusan orang tak dikenal sudah menunggu dan langsung melakukan penghadangan. Tanpa ampun, kelompok massa tersebut menyerang para korban secara membabi buta.

​Daftar Korban Insiden Loceret:
​Sutrisno (20): Meninggal dunia di TKP (Pekerja swasta).
​Hendra Ibnu Ardiansyah (26): Luka berat (Kritis/Perawatan intensif).
​Eko Ali (24): Luka berat (Kritis/Perawatan intensif).
​Yoga Pratama (22): Luka berat (Kritis/Perawatan intensif).

Pelaku Kocar-Kacir Digerebek Petugas Gabungan

​Aksi brutal ini untungnya segera terendus oleh personel pengamanan gabungan yang tengah bersiaga di Pos Pam Pengesahan Warga Baru PSHT Cabang Nganjuk. Pos pengamanan tersebut kebetulan berada tak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di pertigaan Jalan Anjukladang–Jalan Semeru.

​Mendengar keributan yang pecah di tengah malam, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi. Mengetahui kedatangan aparat, ratusan perusuh tersebut langsung kocar-kacir melarikan diri ke dalam kegelapan malam.

​Saat petugas tiba, para pelaku sudah menghilang. Di TKP, polisi hanya mendapati empat korban yang sudah tergeletak bersimbah darah di jalanan, bersanding dengan dua unit sepeda motor mereka yang ringsek berat. Ambulans dari RS Bhayangkara yang tiba sekitar pukul 03.00 WIB langsung mengevakuasi jenazah Sutrisno untuk keperluan visum, serta melarikan tiga korban selamat ke ruang perawatan darurat.

TNI-Polri Siaga Satu, Motif Masih Misterius

​Pihak TNI dari Kodim 0810/Nganjuk membenarkan adanya insiden maut tersebut. Saat ini, jajaran Koramil dan Kodim telah berkoordinasi ketat dengan pihak kepolisian untuk menjaga situasi wilayah agar tidak memanas pasca-kejadian.

​”Benar, kami telah menerima laporan mengenai insiden dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka berat di wilayah Loceret dini hari tadi. Personel di lapangan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk meredam situasi,” tulis keterangan resmi dari jajaran intelijen Kodim 0810/Nganjuk, Rabu (24/6).

​Sampai saat ini, motif di balik penyerangan massal tersebut masih buram. Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan berat ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polres Nganjuk.

​Polisi telah mengamankan barang bukti berupa dua sepeda motor korban dengan nomor polisi AG-2137-VCB dan AG-5831-VCH, serta tengah melakukan perburuan besar-besaran terhadap para pelaku. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu liar di media sosial, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Nganjuk.

(Red/Bas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *