Gerak Cepat Pemkab Jombang: Banjir Carangrejo Surut, Bantuan Logistik Langsung Mengalir

Jombangterkini.com Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan dampak cuaca ekstrem. Melalui sinergi taktis antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos), bantuan logistik mulai disalurkan secara masif bagi warga terdampak banjir di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kamis (2/4) pagi.

​Kabar baik datang dari lapangan; genangan air yang sempat merendam pemukiman warga kini dilaporkan mulai berangsur surut. Seiring meredanya intensitas hujan, aktivitas warga mulai kembali normal meski masih terdapat sisa-sisa genangan di beberapa titik.

​Kondisi Terkini: Air Mulai Meninggalkan Pemukiman

​Kepala Desa Carangrejo, Supriaji, MT, mengonfirmasi bahwa situasi di wilayahnya telah jauh membaik dibandingkan hari sebelumnya.

​”Alhamdulillah, kondisi banjir di Carangrejo sudah surut. Hari ini tinggal beberapa titik di jalan desa yang posisinya agak rendah,” ungkap Supriaji lega.

​Penyaluran Bantuan: Kolaborasi BPBD dan Dinsos

​Menindaklanjuti instruksi langsung dari Bupati Jombang, tim gabungan yang dipimpin oleh Kalaksa BPBD, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, dan Kepala Dinas Sosial, Agung Hariadi, turun langsung memastikan bantuan dasar sampai ke tangan yang tepat.

​Berikut adalah rincian bantuan yang disalurkan untuk meringankan beban warga:

Seluruh bantuan ini kami serahkan melalui Kepala Desa untuk segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan,” tegas Agung Hariadi di sela-sela penyerahan.

​Penanganan Longsor di Plandaan: Semangat Gotong Royong

​Tak berhenti di Kesamben, tim BPBD langsung tancap gas menuju Dusun Pojok, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. Di sana, tantangan berbeda menanti: akses jalan yang longsor akibat terjangan arus banjir.

​Wiku Birawa menjelaskan bahwa perbaikan darurat tengah dikebut dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara swadaya. Saat ini, petugas dan warga sedang bahu-membahu memasang anyaman bambu sebagai fondasi awal sebelum diperkuat dengan tumpukan karung pasir (sandbag).

​Prioritas Pemulihan Ekonomi

​Wiku menegaskan bahwa perbaikan akses jalan adalah prioritas utama agar urat nadi ekonomi warga tidak terputus. Namun, ia juga memastikan bahwa langkah ini bukan sekadar solusi sementara.

​”Ke depan, kami akan melakukan kajian teknis lebih mendalam untuk mencari solusi permanen. Tujuannya jelas: mencegah kejadian serupa terulang kembali di wilayah rawan bencana,” pungkas Wiku dengan optimis.

(Red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *