Jombangterkini.com. Jombang – Halaman Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said berubah menjadi “lautan manusia” pada Sabtu malam (20/06/2026). Ribuan jemaah, santri, dan alumni dari berbagai daerah memadati area tersebut untuk menghadiri Pengajian Umum puncak perayaan Alhaflatul Kubro.
Hajatan besar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Madrasah ke-111 sekaligus hari jadi Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang yang ke-201.
Suasana malam puncak berlangsung sangat khidmat dan berwibawa, dihadiri oleh jajaran ulama kharismatik, tokoh nasional, hingga internasional. Kehadiran munsyid naik daun asal Mesir, Mostafa Atef, kian menambah kekhusyukan malam lewat lantunan salawatnya yang menggetarkan hati.
Pentingnya Sanad Ilmu di Era Digital
Dalam sesi mauidhoh hasanah (ceramah agama), Rais Syuriyah Idaroh Aliyah Jatman, KH Achmad Chalwani, memberikan pesan mendalam bagi para santri di era modern. Menurutnya, usia Bahrul Ulum yang mampu menembus dua abad adalah bukti nyata dari sebuah keberkahan.
”Pesantren yang mampu bertahan hingga lebih dari dua abad, seperti Bahrul Ulum ini, adalah bukti nyata adanya keberkahan dari konsistensi menjaga sanad ilmu yang ketersambungannya jelas hingga Rasulullah SAW,” ujar Kiai Chalwani di hadapan ribuan jemaah yang menyimak dengan takzim.
Beliau juga mengingatkan agar tantangan zaman tidak mengikis tradisi utama pesantren. “Di era digital ini, santri tidak boleh tercerabut dari akar tradisi mengaji kitab kuning dan takzim kepada guru,” tegasnya.

Sinergi Tradisi dan Teknologi Modern
Menjawab tantangan masa depan, Ketua Umum Yayasan PP Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, memaparkan visi strategis lembaga. Ia menegaskan bahwa yayasan berkomitmen penuh untuk menyelaraskan nilai-nilai kesantrian dengan kemajuan teknologi modern.
”Memasuki usia madrasah yang ke-111 dan pesantren ke-201, tantangan kita bukan lagi sekadar mempertahankan eksistensi, melainkan bagaimana melahirkan lulusan yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya,” papar KH Abdurrozaq.
Sebagai langkah nyata, pihak yayasan akan terus memfasilitasi peningkatan mutu sarana prasarana serta kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melahirkan Kader Penggerak Peradaban Bangsa
Harapan besar juga diutarakan oleh Ketua Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas, KH M. Hasib Wahab Hasbullah. Putra pahlawan nasional KH Abdul Wahab Hasbullah ini berharap momentum Alhaflatul Kubro menjadi titik balik penguatan kontribusi pesantren bagi Indonesia.
”Dua abad lebih adalah usia yang sangat matang. Harapan kami, PP Bahrul Ulum terus konsisten melahirkan kader-kader ulama, pemimpin, dan intelektual yang tidak hanya menguasai ilmu agama secara mendalam (tafaqquh fiddin), tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi untuk membangun peradaban bangsa yang damai dan berkeadilan,” ungkapnya.
Penutup yang Syahdu
Kemeriahan religius malam itu mencapai puncaknya saat Mostafa Atef kembali memimpin lantunan salawat merdu, mengajak seluruh ribuan jemaah yang hadir untuk larut dalam pujian kepada Rasulullah SAW.
Acara akbar ini kemudian dipungkasi dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bangsa Indonesia, serta keridaan untuk kemajuan PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang di masa-masa yang akan datang.
(Red)






