Jombangterkini.com. Jombang. — Lautan manusia menyelimuti sepanjang jalan Desa Karangdagangan. Dalam rangka memperingati usianya yang hampir menyentuh satu milenium (ke-980), Pemerintah Desa Karangdagangan bersama warga menggelar pesta rakyat berupa Pawai Budaya spektakuler yang berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung, baik warga lokal maupun masyarakat dari luar daerah.
Mengambil titik start dari kawasan Perumahan Bunda Asri, parade budaya ini membentang megah hingga garis finish di depan Balai Desa Karangdagangan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 15 kontingen dari 4 dusun tampil all-out memamerkan kreativitas terbaik mereka.
Ritual Air Suci dan Pesona Kostum Nusantara
Berada di barisan paling depan, Kepala Desa Karangdagangan, H. Tambit, memimpin langsung rombongan dengan membawa air suci dari 7 mata air (Sapta Tirta), didampingi oleh sayang dayang dan jajaran perangkat desa.
Tiba di pendopo balai desa, prosesi dilanjutkan dengan ritual piuning Sapta Tirta—sebuah bentuk penghormatan dan penyucian tradisi setempat.
Suasana semakin semarak dengan dentuman alunan drumband serta iring-iringan kontingen dari tiap RT yang menyuguhkan beragam atraksi visual memukau:
Simbol Rasa Syukur: Arak-arakan tumpeng khas pedesaan yang dihias secara artistik.
Seni & Atraksi: Kolaborasi apik antara tarian adat tradisional yang sakral dan koreografi modern yang energik.
Pesona Nusantara: Anggunnya busana adat dari berbagai penjuru Nusantara yang bersanding ciamik dengan kostum-kostum imajinatif hasil kreasi tangan kreatif warga.
Keseruan memuncak ketika rombongan tiba di garis finish. Warga disambut oleh gunungan tumpeng raksasa berisi limpahan hasil bumi berupa sayur dan buah-buahan segar. Gunung tumpeng tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai simbol kelimpahan, kebersamaan, dan kemakmuran desa. Deretan karangan bunga dari berbagai instansi dan tokoh masyarakat turut menyemarakkan area balai desa.
Harapan Menuju Desa yang Mandiri dan Sejahtera
Di sela-sela riuhnya perayaan, Kepala Desa Karangdagangan, H. Tambit, menumpahkan rasa bangga dan apresiasinya atas kekompakan seluruh warga dan pihak yang terlibat.
”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Forkopimcam yang telah hadir, seluruh masyarakat Karangdagangan yang sudah bergotong royong, serta para donatur yang menyokong suksesnya acara ini,” ujar H. Tambit kepada awak media.
Memasuki umur desa yang ke-980 tahun, beliau menyisipkan doa dan harapan besar untuk masa depan Karangdagangan.
”Semoga di usia ke-980 ini, seluruh warga Karangdagangan selalu diberi kesehatan, keberkahan, dan kelancaran rezeki. Kami sangat berharap rangkaian pesta rakyat ini tak sekadar jadi hiburan, tapi juga menjadi pemantik untuk menggairahkan perekonomian warga desa ke depan,” pungkasnya penuh optimisme.
Kemeriahan perayaan tahun ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah modernisasi, semangat gotong royong dan kelestarian budaya luhur tetap terpatri kuat di dada masyarakat Desa Karangdagangan
(Red)






