Jombangterkini.com. Jombang — Komitmen memberikan pelayanan publik yang adil dan inklusif terus dibuktikan Pemerintah Kabupaten Jombang. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), program BESUTAN (Berikan Pelayanan Khusus Terpadu Administrasi Kependudukan) kembali bergerak menyasar kelompok rentan.
Pada Kamis (10/9/2026), tim BESUTAN melakukan aksi jemput bola ke Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Petugas mendatangi langsung rumah-rumah warga penyandang disabilitas untuk melakukan perekaman KTP Elektronik (e-KTP).
Langsung Turun ke Rumah Warga
Langkah cepat ini dilakukan setelah Pemerintah Desa Jarak mengajukan surat permohonan pelayanan khusus. Didampingi perangkat desa setempat, tim Dispendukcapil menyisir pemukiman warga agar proses perekaman berjalan lancar tanpa hambatan.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dispendukcapil Jombang, Moh. Nurhasan, S.STP, menegaskan bahwa keterbatasan fisik maupun kondisi kesehatan tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk memiliki identitas resmi.
”Masyarakat dengan kondisi disabilitas maupun Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dokumen kependudukan. Melalui BESUTAN, kami memastikan mereka tetap terdata dan memiliki identitas resmi tanpa harus datang ke kantor,” tegas Nurhasan.
Akses Setara bagi Seluruh Warga
Secara terpisah, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jombang, Drs. Masduqi Zakaria, M.Si, menyampaikan bahwa aksi turun ke lapangan ini merupakan bukti nyata menghadirkan negara di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
”Dispendukcapil Jombang selalu hadir memberikan pelayanan publik kepada seluruh lapisan masyarakat. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan administrasi kependudukan,” ujar Masduqi.
Lewat inovasi BESUTAN, Dispendukcapil Jombang berharap tidak ada lagi warga yang terlewat dalam pemenuhan hak dasar administrasi, sekaligus memperkuat akurasi data kependudukan hingga ke pelosok daerah.
(Red)






