Jombangterkini.com Jombang. – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Pondok Pesantren Al-Asy’ari Jombang pada Rabu (20/5). Ratusan pasang mata tampak berkaca-kaca dalam acara Muwaddaah dan Tasyakuran Kelas IX MTsN 15 Jombang Tahun Ajaran 2025/2026. Prosesi pelepasan ini menjadi momen pembuktian bahwa madrasah tidak hanya mencetak generasi berakhlak, tetapi juga kaya prestasi dan literasi.
Acara sakral ini dihadiri langsung oleh Plh. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Arif Hidayatulloh, M.Pd.I, Pengawas Madrasah, Kepala MTsN 15 Jombang, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd, serta perangkat desa, ketua yayasan, komite, dewan guru, dan seluruh wali murid kelas IX.
Apresiasi Kemenag: “Kelulusan Ini Bukan Akhir, Tapi Awal”
Setelah dibuka dengan pembacaan tahlil, doa bersama, dan lantunan suci ayat Al-Qur’an, Plh. Kemenag Jombang, Arif Hidayatulloh, naik ke podium untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MTsN 15 Jombang. Ia memuji konsistensi madrasah dalam membina siswa di bidang akademik, non-akademik, hingga literasi.
“Kelulusan ini bukan akhir, tapi awal untuk mengamalkan ilmu dan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat. Jaga terus akhlak dan semangat belajar di mana pun kalian melanjutkan pendidikan,” pesan Arif membakar semangat para lulusan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala MTsN 15 Jombang, Dra. Umi Khoiriyah, M.Pd, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas sinergi luar biasa antara guru, komite, dan orang tua selama tiga tahun ini.
“Jaga nama baik almamater. Teruslah berkarya dan jangan berhenti bermimpi. Madrasah ini akan selalu mendoakan kesuksesan kalian,” ungkap Umi Khoiriyah penuh emosional.
Momen Istimewa: Peluncuran Buku Karya Siswa
Ada yang berbeda pada tasyakuran kali ini. MTsN 15 Jombang membuktikan bahwa siswanya mampu bersaing di dunia literasi dengan meluncurkan buku kumpulan puisi dan cerpen karya siswa.
Buku ini ditandatangani langsung secara simbolis oleh Plh. Kemenag Jombang dan Pengawas Madrasah sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas luar biasa para santri.
Isak Tangis dan Doa dari Pesantren
Suasana berubah haru ketika perwakilan siswa kelas IX menyampaikan salam perpisahan. Dengan mata berkaca-kaca, ia memohon maaf atas segala khilaf sekaligus berterima kasih atas kesabaran para guru.
“Kami akan membawa ilmu dan nilai-nilai yang diajarkan ke jenjang berikutnya,” ucapnya terbata-bata menahan tangis.

Dari sudut pandang wali murid, ungkapan terima kasih juga mengalir deras atas dedikasi madrasah yang telah mendidik anak-anak mereka dengan hati. Sementara itu, Ketua PP Al-Asy’ari, Kiai H. Abdul Gholib Sulhi, M.Pd.I., menitipkan pesan mendalam agar para lulusan tidak melupakan akar mereka.
“Tetap jaga nilai-nilai keislaman dan semangat ngaji. Jadilah santri yang berilmu, beradab, dan siap mengabdi di masyarakat,” tegas Kiai Abdul Gholib.
Penutup yang Manis
Acara puncak ditandai dengan prosesi pelepasan siswa yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, dilanjutkan dengan pembacaan SK Kelulusan. Senyum bangga merekah saat dilakukan penyerahan penghargaan kepada para siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Muwaddaah ini sukses menjadi penutup manis bagi perjalanan panjang kelas IX di MTsN 15 Jombang. Mereka kini siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dengan membawa tiga bekal utama: ilmu, akhlak, dan karya nyata yang membanggakan.
(Red/Dar)






