Bikin Geram!  Modus Minta Uang Rokok dan Data Siswa, Oknum Wartawan Luar Kota Teror Sekolah di Jombang

Jombang terkini com.  Jombang. — Pagi yang tenang di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN 13 Jombang, Kecamatan Perak, mendadak berubah mencekam pada Senin  (26/10/2026). Alih-alih disambut dengan diskusi edukatif, pihak sekolah justru diguncang oleh kedatangan empat orang tamu tak diundang yang mengaku sebagai “wartawan asal Surabaya”.

​Selama kurang lebih tiga jam, mereka menebar teror psikologis, bersikap arogan, hingga akhirnya kedok mereka terkuak lewat sebuah “drama amplop” yang berujung kabur terkibirit-kibirit.

​Nangkring Pagi Buta, Ogah Pergi Meski Kasek Ibadah

​Gelagat mencurigakan sudah tercium sejak pukul 07.00 WIB. Tiga dari empat oknum tersebut langsung “nangkring” di pos satpam dan memaksa masuk untuk menemui Kepala Madrasah, H. Musthofa.
​Padahal, saat itu sang kepala sekolah tengah menunaikan ibadah shalat Dhuha, dilanjutkan rapat internal guru, serta menyambut tamu resmi dari Dinas Perpustakaan yang mengantar pasokan buku bacaan siswa.

​Meski satpam sekolah, Supriyanto, telah meminta mereka bersabar dan menunggu dengan baik, rombongan ini menolak beranjak. Mereka seolah ingin mendikte ritme kerja institusi pendidikan tersebut.

​Merasa “Penguasa Jatim” dan Modus Tanya Data Siswa

​Ketegangan mencapai eskalasi tinggi saat mereka beradu argumen dengan pihak sekolah dan wartawan lokal yang mendatangi lokasi. Dengan nada pongah, salah satu oknum melontarkan klaim fantastis soal wilayah kerja lembaganya yang diklaim mencakup seluruh Provinsi Jawa Timur.

​“Kita dari Jawa Timur, Bapak!” seru sang oknum dengan nada tinggi.
​“Lo, kamu kayak Kapolda deh! Kayak Gubernur Jawa Timur,” balas seorang wartawan lokal menohok, menyoroti ketidaktahuan oknum tersebut terhadap batas administratif dan kode etik jurnalistik per kabupaten.

​Modus operandi mereka kian terbongkar saat mereka enggan menanyakan program atau prestasi sekolah. Alih-alih melakukan konfirmasi profesional, mereka justru menginterogasi satpam mengenai jumlah populasi siswa dari kelas 7 hingga kelas 9, dibumbui celotehan transaksional meminta “uang rokok”.

​Belakangan diketahui, satu orang rekan mereka sengaja siaga bersembunyi di dalam sebuah mobil berpelat nomor L (Surabaya) yang terparkir di luar gerbang. Pihak sekolah menyebut, intimidasi berkedok kunjungan pers dari luar kota ini sudah terjadi kesekian kalinya.

​Berakhir Antiklimaks: “Amplop” Disambar, Langsung Ngibrit

​Puncak dari aksi pemerasan terselubung ini berakhir dengan antiklimaks yang memuakkan. Situasi yang tadinya memanas—bahkan nyaris berujung panggilan terhadap aparat penegak hukum—mendadak adem ketika sebuah amplop diserahkan melalui perantara satpam.

​Meskipun sempat terdengar teriakan alibi “ini suap” sebagai bentuk retorika belaka, tangan oknum tersebut dengan sigap menyambar amplop yang diberikan.

​Tak butuh waktu lama setelah amplop berpindah tangan, mereka langsung melompat masuk ke dalam mobil berpelat L dan tancap gas meninggalkan halaman MTsN 13 Jombang. Substansi konfirmasi yang mereka gaungkan sejak pagi? Menguap begitu saja tanpa kejelasan.

​Tamparan Telak bagi Marwah Pers

​Kasus ini menjadi alarm darurat sekaligus tamparan keras bagi Dewan Pers, aparat penegak hukum, dan seluruh organisasi pers yang sah di Indonesia. Keberadaan oknum-oknum berkedok kartu pers ini jelas merusak marwah jurnalistik dan mencederai kepercayaan publik terhadap pers sebagai pilar keempat demokrasi.

​Redaksi membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koridor kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *