Gemuruh Musikal dan Warna-Warni Nusantara Bongkot Carnival 2026 Sedot Ribuan Penonton di Jombang

Jombangterkini.com. Jombang — Minggu 02 Agustus 2026 , Ribuan pasang mata tumpah ruah memadati sepanjang jalanan Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Jombang. Suara dentuman bass bergetar seirama dengan antusiasme warga yang menyaksikan kemegahan Bongkot Carnival 2026. Gelaran tahunan kebanggaan masyarakat setempat ini sukses menyajikan perpaduan spektakuler antara kekayaan budaya Nusantara dan tren musikal kekinian.

​Pesta rakyat ini diikuti oleh 16 kelompok peserta yang mewakili sinergi warga dari 3 dusun dan 39 RT. Berbagai kreasi unik serta kekompakan masyarakat terlihat jelas sepanjang parade, mengubah rute karnaval menjadi lautan manusia yang penuh gempita.

Kepala desa Bongkot Moh Yahya beserta istri (baju merah) bersama perangkat desa saat di panggung pemberangkatan

Menggelegar Sejak Garis Start

​Tepat pukul 16.00 WIB, bendera start resmi dikibarkan oleh Kepala Desa Bongkot di Dusun Jegreg untuk mengawali perjalanan parade menuju garis finish di Dusun Sentulan.

​Suasana langsung memanas sejak awal keberangkatan. Peserta nomor urut satu, Blok M dari Dusun Bongkot, sukses membakar semangat penonton.

Penampilan mereka makin menggelegar dengan iringan sound horeg ternama asal Blitar, Brewok Audio.

Kepala desa Bongkot Moh Yahya saat membuka Serta memberangkatkan peserta Bongkot Carnival 2026

​Kemeriahan tak berhenti di situ. Peserta nomor urut berikutnya menyusul secara beriringan, masing-masing memboyong armada sound system kebanggaan pilihan mereka. Alunan musik bertempo tinggi dan dentuman bass yang mantap membuat atmosfer sepanjang rute kian membara hingga malam hari.

Sinergi Adat Nusantara dan Kostum Kreatif

​Bukan sekadar adu gengsi kualitas sound system, Bongkot Carnival 2026 juga menjadi panggung megah bagi apresiasi seni dan budaya. Para peserta tampil memukau dalam balutan:
​Busana adat dari berbagai penjuru Nusantara,
​Pakaian tradisional Jawa yang anggun, hingga
​Kostum kreasi unik berbahan lokal hasil karya tangan kreatif warga setempat.

​Iring-iringan tarian tradisional dan busana tematik tersebut memberikan warna tersendiri. Ini menjadi bukti nyata bahwa semangat melestarikan warisan budaya tetap menyatu indah di tengah gempuran modernisasi.

Ibu kepala desa saat memasangkan kalung kepada peserta Bongkot Carnival 2026(foto atas)

​”Bongkot Carnival adalah bukti nyata bahwa tradisi lokal dan kreativitas modern bisa berjalan berdampingan tanpa kehilangan identitas kebudayaannya.”

​Apresiasi dan Harapan Kepala Desa
​Di panggung kehormatan garis start, tampak hadir jajaran Forkopimcam Peterongan, tim medis Puskesmas Dukuhklopo, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga jajaran Karang Taruna Desa Bongkot.

​Dalam sambutannya, Kepala Desa Bongkot, Moh. Yahya, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang menyukseskan acara.

​”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia pelaksana yang telah bekerja keras dan bergotong royong. Apresiasi juga kami sampaikan kepada jajaran Forkopimcam Peterongan, seluruh masyarakat Desa Bongkot dari 39 RT dan 3 dusun, serta para donatur yang telah berkontribusi nyata,” ungkap Moh. Yahya.

​Kepala desa Bongkot menaruh harapan besar agar tradisi tahunan ini dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi kemajuan desa.
​”Melalui Bongkot Carnival ini, saya berharap tali silaturahmi, kekompakan, dan rasa gotong royong antarwarga semakin kuat. Semoga event ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal dan menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi Desa Bongkot ke depannya,” pungkasnya.

​Hingga malam berganti, pesta budaya dan musik ini terus berlangsung meriah, tertib, serta meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pengunjung yang hadir.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *