Progam MBG Di Jombang Bermasalah? Dewan Pendidikan Turun Tangan!

Jombangterkini.Com Jombang, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi siswa di SMP Negeri 1 Jombang justru menemui sejumlah kendala. Keterlambatan pengiriman dan kualitas makanan yang kurang memadai menjadi keluhan utama pihak sekolah, yang kemudian memicu perhatian dari Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang.

Kepala SMPN 1 Jombang, Rudy Priyo Utomo, mengungkapkan bahwa pengiriman MBG seringkali molor dari jadwal yang telah ditentukan. “Seharusnya makanan tiba pukul 09.00, namun kenyataannya sering datang di atas pukul 12.00. Ini sangat mengganggu jadwal makan siswa,” ujarnya.senin 8 September 2025.

Tidak hanya itu, pada Rabu, 3 September 2025, sekolah mengalami kekurangan pasokan makanan yang signifikan. “Dari total 993 siswa, 529 porsi tidak terkirim. Ini berarti lebih dari separuh siswa tidak mendapatkan hak mereka,” tambah Rudy. Pihak sekolah telah berencana mengajukan surat permohonan resmi agar kekurangan tersebut segera diganti.

Kualitas makanan juga menjadi perhatian serius. Beberapa siswa dan orang tua melaporkan bahwa makanan yang diterima tidak layak konsumsi. “Ada sayur yang sudah basi, ayamnya pun ada yang belum matang sempurna. Kami khawatir ini akan berdampak buruk pada kesehatan siswa,” ungkap salah seorang guru.

Menanggapi keluhan tersebut, Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang turun tangan untuk melakukan evaluasi. Ketua Dewan Pendidikan, Cholil Hasyim, menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi sekolah dalam proses evaluasi program MBG ini. “Kami menerima laporan terkait keterlambatan dan kekurangan pengiriman. Kami akan memastikan masalah ini segera teratasi,” tegasnya.

Cholil juga menambahkan bahwa pihak vendor telah menyanggupi penggantian makanan yang kurang. Namun, ia menekankan pentingnya tindakan preventif agar masalah serupa tidak terulang di kemudian hari. “Jika sekolah merasa dirugikan, mereka berhak mempertimbangkan sanksi atau evaluasi kontrak dengan vendor,” ujarnya.

Sementara itu, Lilis Wijayati, selaku vendor dari SPPG Kepatihan Yayasan Puspa Wijaya Abadi, berjanji akan segera melakukan pengecekan terkait keluhan-keluhan tersebut. “Kami akan kroscek dulu untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” katanya singkat.

Kasus ini menjadi sorotan penting terkait efektivitas dan kualitas pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jombang. Diharapkan, evaluasi yang komprehensif dapat segera dilakukan untuk memastikan program ini berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh siswa(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *