JOMBANG TERKINI.COM JOMBANG – Sekretariat DPRD (Setwan) Kabupaten Jombang mulai tancap gas menyusun peta jalan pelayanan publik untuk masa depan. Langkah ini diawali dengan menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) lintas organisasi pemerintah dan non-pemerintah di Ruang Komisi B, Kantor DPRD Jombang, Kamis (19/02/2026).
Pertemuan strategis ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ruang terbuka untuk membedah Rencana Kerja (Renja) Setwan 2027. Sebanyak 13 perwakilan dari berbagai elemen, mulai dari dinas teknis (OPD), organisasi kemasyarakatan (Ormas), hingga organisasi profesi wartawan, duduk satu meja untuk memberikan masukan kritis.
Misi Keselarasan Visi Daerah
Sekretaris DPRD Jombang, Danang Praptoko, menegaskan bahwa penyusunan Renja 2027 harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Setwan memerlukan pandangan dari pihak luar agar fungsi fasilitasi terhadap tugas anggota dewan berjalan optimal.

”Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk memberi masukan. Targetnya adalah pelayanan administrasi dan pelaksanaan tupoksi dewan yang lebih terarah,” ujar Danang.
Eks Kepala Bappeda Jombang ini juga menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan. “Seluruh masukan akan kami pertimbangkan agar selaras dengan visi-misi pimpinan daerah demi kemajuan Jombang,” tambahnya.
Keberagaman dan Digitalisasi Jadi Sorotan
Suasana diskusi semakin menarik saat perwakilan elemen masyarakat memberikan perspektif berbeda:
Keamanan dan Kondusifitas: Didik Tondo Susilo dari Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ) menegaskan kesiapan lintas agama dan budaya (NU, Muhammadiyah, LDII, hingga komunitas lintas iman) untuk menjaga harmoni di Jombang agar tetap aman dan sejahtera.
Transparansi Digital: Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menyoroti pentingnya modernisasi informasi. Ia mendorong penguatan anggaran publikasi dan digitalisasi agenda dewan—mulai dari Rapat Paripurna hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Masyarakat perlu akses mudah untuk melihat kualitas kinerja wakil rakyat secara egaliter melalui platform digital,” tegas Mufid.
Gayung bersambut, perwakilan Diskominfo Jombang menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penguatan sistem digitalisasi tersebut guna mengoptimalkan keterbukaan informasi publik di lingkungan DPRD.
Komitmen Responsif
Menutup forum, Danang Praptoko yang juga alumnus ITS Surabaya ini menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif peserta. Ia berharap langkah ini menjadi fondasi bagi Sekretariat Dewan yang lebih transparan dan responsif.
”Kami mengharapkan dukungan yang partisipatif. Tujuannya satu: agar kita selalu cepat dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Jombang,” pungkasnya.
(Red)






