Jombangterkini.com Jombang – Masih dalam suasana hangat perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar agenda “Safari Silaturahmi” ke sejumlah tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) pada Kamis (26/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah (umaro) dengan para ulama demi menjaga kondusivitas Kota Santri.
Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, bersama Wakil Bupati Salmanudin (Gus Salman). Turut hadir jajaran Forkopimda beserta istri, Sekda, serta sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Jombang.
Menyambung Sanad Silaturahmi
Safari ini menyasar empat titik krusial yang merupakan simbol pilar keagamaan di Jombang. Rute dimulai dengan mengunjungi:
KH. Cholil Dahlan: Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, Rejoso, Peterongan.
KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Pengasuh Pesantren Tebuireng.
KH. Masduki Abdurrahman: Tokoh ulama di Kecamatan Perak.
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam): Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar.

Bukan Sekadar Formalitas
Di sela-sela kunjungannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan mendalam kepada para kiai yang selama ini menjadi penjaga moral masyarakat.
”Silaturahmi ini bukan sekadar formalitas tahunan. Ini adalah bentuk takzim kami kepada para kiai dan tokoh masyarakat. Mereka adalah pilar utama yang menjaga kedamaian dan kesejukan di Jombang,” ujar Bupati Warsubi.
Senada dengan Bupati, kunjungan ini juga menjadi ajang penyelarasan visi pembangunan. Pemerintah menyadari bahwa kemajuan fisik Jombang harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter masyarakat yang religius, sesuai dengan bimbingan para ulama.
Doa untuk Jombang
Suasana di setiap kediaman tokoh berlangsung sangat akrab dan penuh kekeluargaan. Tak jarang, perbincangan diselingi tawa ringan khas suasana Lebaran. Setiap pertemuan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kiai, memohon keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan bagi seluruh warga Kabupaten Jombang.
Dengan sinergi yang kuat antara umaro dan ulama ini, diharapkan Jombang tetap menjadi daerah yang harmonis dan religius di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
(Red)






