Jombangterkini.com Jombang – Kabupaten Jombang kembali menarik perhatian nasional. Pada Jumat (3/4/2026), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, melakukan kunjungan kerja maraton untuk meninjau langsung “denyut nadi” perlindungan anak dan perempuan di Kota Santri tersebut.
Didampingi Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, S.H., M.Si., Menteri Arifah mengunjungi dua titik krusial: Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 8 di Kecamatan Mojoagung dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Menghidupkan Kembali Mimpi di Sekolah Rakyat
Suasana haru dan bangga menyelimuti kunjungan di SR Terintegrasi 8. Model pendidikan berbasis masyarakat ini dipuji karena mampu memberikan rasa aman sekaligus akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya sempat terputus sekolah.
”Saya lihat anak-anak bahagia sekali. Sekolah Rakyat ini membangkitkan cita-cita mereka. Dari yang tadinya tidak bisa sekolah, sekarang mereka bisa bermimpi setinggi-tingginya,” ujar Menteri Arifah dengan nada optimis.

Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, turut memberikan apresiasi mendalam kepada para “Guru Asuh” yang menjadi garda terdepan. Menurutnya, para pengajar bukan sekadar memberi materi, tapi membentuk karakter dan integritas siswa.
UPTD PPA Jombang: Ujung Tombak yang Sigap
Tak hanya soal pendidikan, perhatian Menteri bergeser pada sistem penanganan kasus di UPTD PPA Jombang. Menteri Arifah memberikan nilai tinggi atas respons cepat Pemkab Jombang dalam menangani korban kekerasan, termasuk fasilitas antar-jemput medis bagi korban.
”Penanganan kekerasan di Jombang sangat baik. Korban difasilitasi layanan antar-jemput setiap periksa ke dokter. Ini bukti nyata kehadiran pemerintah,” pujinya.
Poin Penting dari Kunjungan Menteri PPPA:
Pilot Project Nasional: Menteri Arifah meyakini Jombang mampu menjadi percontohan (pilot project) bagi daerah lain dalam hal perlindungan anak secara maksimal.
Transformasi Digital: UPTD PPA Jombang telah menggunakan aplikasi SIMFONI PPA versi terbaru untuk manajemen kasus yang lebih transparan dan cepat.
Edukasi Dini: Menteri menekankan pentingnya mengajari anak-anak tentang batasan tubuh (bagian mana yang tidak boleh disentuh) sebagai langkah preventif.
Call Center SAPA 129: Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melapor jika melihat kekerasan melalui hotline resmi KemenPPPA di nomor 129.
Sinergi Lintas Sektor
Di akhir kunjungannya, Menteri Arifah menekankan bahwa masalah perlindungan perempuan dan anak tidak bisa diselesaikan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi “keroyokan” antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres, dan masyarakat luas.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, Kabupaten Jombang kini semakin memantapkan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya ramah bagi investasi, tetapi juga menjadi rumah yang aman dan penuh harapan bagi perempuan dan anak-anak.
(Red)






