Jombangterkini.com Jombang – Dinamika politik dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jombang 2026 mencatatkan sejarah baru. Bertempat di Hotel Azana, Peterongan, Minggu (5/4/2026), partai berlambang bola dunia ini resmi meninggalkan mekanisme voting dan beralih ke sistem Uji Kompetensi Kemampuan (UKK) untuk menentukan nakhoda baru.
Langkah berani ini diambil sebagai bagian dari transformasi PKB Green Party, yang mengedepankan politik gagasan dan meminimalisir gesekan internal akibat perebutan suara konvensional.
Muncul 7 Kandidat Kuat
Awalnya, DPP PKB telah memetakan lima nama potensial. Namun, suasana forum menghangat saat peserta Muscab menyodorkan dua nama tambahan, sehingga total terdapat tujuh figur yang siap bertarung memperebutkan kursi Ketua DPC PKB Jombang periode 2026-2031:
Hadi Atmadji (Petahana)
Anas Burhani
Wahyu Hakim
Kartiyono
M. Fauzan
Erna Kuswati (Usulan Forum)
KH Salmanuddin Yazid (Usulan Forum)

Uji Mental dan Karakter: Bukan Sekadar Janji
Wakil Ketua DPC PKB Jombang, M. Subaidi Muktar, menegaskan bahwa sistem UKK bertujuan untuk mengukur kapasitas kepemimpinan secara objektif.
”Ke depan kita tidak lagi mengedepankan pola lama (voting) yang berpotensi memicu konflik. UKK menjadi instrumen penting untuk mengukur kapasitas, kompetensi, dan kesiapan mental para calon,” tegas Subaidi.
Para kandidat dijadwalkan menjalani psikotes pada 10–11 April 2026 untuk membedah karakter kepemimpinan, disusul dengan wawancara mendalam sebagai bahan pertimbangan akhir bagi DPP PKB.
Politik “Oksigen” dan Bidik Generasi Z
Ketua DPC PKB Jombang, Hadi Atmadji, menekankan bahwa semangat Green Party bukan sekadar jargon. Ia menganalogikan politik PKB ke depan sebagai penyedia “oksigen” bagi masyarakat.
”Kita ingin politik yang memberikan oksigen, bukan polusi janji-janji. Ini komitmen kami membangun kepercayaan publik,” ujar Hadi. Selain itu, ia membuka pintu lebar-lebar bagi Generasi Z untuk masuk ke dalam struktur partai demi memastikan regenerasi berjalan kreatif dan relevan dengan zaman.
Sinergi Pemerintah dan Partai
Salah satu poin menarik dalam Muscab kali ini adalah usulan agar Wakil Bupati Jombang masuk ke dalam struktur Dewan Syuro PKB. Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat sinergi antara kebijakan partai dan eksekutif di Pemkab Jombang.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk:
Halim Iskandar (Ketua DPW PKB Jatim)
Daniel Johan (Ketua DPP PKB)
Warsubi (Bupati Jombang)
KH Salmanuddin Yazid (Wakil Bupati Jombang)
Jajaran Forkopimda dan pimpinan lintas partai politik.
Dengan sistem seleksi yang lebih terukur dan kompetitif, PKB Jombang kini bersiap memasuki babak baru kepemimpinan yang lebih profesional dan minim faksi.
(Red)






