Perangi Bullying hingga Judi Online, MPLS SMPN 1 Kabuh Jombang Dikemas Ramah dan Edukatif”

Jombangterkini com. Jombang – Kesan menakutkan dan melelahkan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sama sekali tidak terlihat di SMP Negeri 1 Kabuh, Jombang. Memasuki Tahun Ajaran 2026, sekolah ini sukses menyulap agenda tahunan tersebut menjadi ruang edukasi yang aman, nyaman, dan penuh dengan aura positif bagi para siswa baru.

​Digelar selama lima hari penuh (13–17 Juli 2026), pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Kabuh bergerak dinamis. Tidak hanya sekadar mengenalkan ruang kelas, pihak sekolah secara ketat mengacu pada Permendikbud Nomor 12 dan petunjuk teknis Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang untuk memastikan hak-hak anak terlindungi selama beradaptasi.

Menggali Potensi demi Visi “Bertabur Bintang”

​Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, S.Pd., menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar formalitas administrasi. Bagi sekolah, ini adalah jembatan krusial untuk memetakan bakat terpendam siswa sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di jenjang SMP.
​”MPLS ini modal awal kami untuk mengenali potensi, bakat, dan minat murid baru. Jika mereka sudah mengenal budaya sekolah dan merasa nyaman, motivasi belajar akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Suprihadiono optimis.

​Langkah ini, lanjut Suprihadiono, menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi besar sekolah yang dirangkum dalam jargon BERTABUR BINTANG dan BERLIAN—sebuah komitmen untuk mencetak generasi yang beriman, bertakwa, berkarakter luhur, berbudaya, inovatif, tangguh, serta berwawasan lingkungan.

Bentengi Siswa dari Bullying hingga Judi Online

​Tantangan remaja di era digital kian kompleks. Sadar akan hal itu, materi MPLS tahun ini dirancang sangat berbobot. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sunoto, mengungkapkan bahwa sekolah mengambil langkah preventif dengan menyisipkan materi-materi krusial yang sedang marak di masyarakat.

​Beberapa materi yang menjadi sorotan utama meliputi:
​Pencegahan Perundungan (Bullying): Menanamkan kultur saling menghargai.
​Bahaya Narkotika (Napza): Edukasi kesehatan dan masa depan tanpa narkoba.
​Dampak Buruk Judi Online: Membentengi mental siswa dari jeratan dunia digital negatif.
​Untuk memperkuat pemahaman hukum siswa, SMPN 1 Kabuh juga menggandeng Polsek setempat serta dinas terkait guna memberikan penyuluhan komprehensif yang dilakukan secara bergantian di setiap jenjang kelas.

Modifikasi Jam Pulang demi Karakter Religius

​Ada yang unik dari penerapan konsep “Ramah Anak” di SMPN 1 Kabuh. Jika petunjuk teknis standar menjadwalkan siswa pulang pada pukul 11.00 WIB, sekolah ini memilih membuat kebijakan yang berbeda namun bermakna.

​Siswa baru tidak langsung dipulangkan, melainkan diajak untuk membiasakan diri melaksanakan salat zuhur berjemaah di sekolah. Setelah itu, mereka mengikuti sesi interaktif yang rekreatif sebelum akhirnya pulang pada pukul 13.30 WIB.

​”Kami menekankan dari awal kepada panitia maupun OSIS bahwa anak-anak harus gembira. Tidak boleh ada perploncoan sama sekali! Kita biasakan anak-anak untuk berkata baik dan saling menghormati,” tegas Sunoto, perwakilan pihak sekolah saat diwawancarai.

OSIS Ambil Peran, Hapus Kejenuhan

​Agar atmosfer MPLS tetap hidup dan jauh dari kata membosankan, pengurus OSIS dilibatkan secara aktif sebagai mentor pendamping. Di setiap jeda istirahat dan menjelang bel pulang, OSIS menyajikan berbagai game edukatif serta mengenalkan dunia organisasi dengan cara yang seru.

​Pendekatan persuasif dan penuh kegembiraan ini terbukti ampuh. Para siswa baru kelas 7 tidak hanya merasa betah, tetapi juga tampak begitu bersemangat menyongsong perjalanan akademik baru mereka di kampus SMPN 1 Kabuh.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *