Jombangterkini com. Jombang. — Musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan lapak di Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, langsung direspon cepat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Tak butuh waktu lama, Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Salmanudin, S.Ag., M.Pd., turun langsung meninjau lokasi sekaligus memeluk asa para pedagang yang terdampak, Rabu (28/10/2026).
Didampingi para kepala OPD terkait, Bupati Warsubi menggelar audiensi terbuka di lokasi untuk mendengarkan langsung aspirasi para pedagang. Dari dialog tersebut, tercapai kesepakatan cepat demi memulihkan roda ekonomi warga pasar.
“Hasil audiensi, pedagang meminta tidak perlu bangunan permanen, yang penting bisa dipergunakan berjualan terlebih dahulu. Sementara kita bangun bangunan semi permanen, dengan listrik dan semuanya ditanggung oleh Pemkab Jombang,” ujar Bupati Warsubi tegas.

Target Rampung Akhir Desember: Sambut Ramadan & Idulfitri Tanpa Cemas
Mengingat momen penting menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2027, Bupati Warsubi menginstruksikan agar proses pembangunan dikebut dan ditargetkan rampung pada akhir Desember ini.
Dengan nada penuh empati, orang nomor satu di Jombang itu juga memberikan penguatan mental kepada para pedagang yang mengalami kerugian materiil hingga ditaksir mencapai Rp 3 miliar akibat musibah yang melibas tiga blok dengan 54 lapak tersebut.
“Saya minta sampai dengan akhir Desember harus selesai. Semoga saat Hari Raya Idulfitri 2027 nanti, rezeki para pedagang yang hilang akibat musibah ini digantikan berlipat ganda oleh Allah SWT,” ucapnya penuh haru.
Gunakan Dana BTT, Dibangun Kokoh Berangka Baja Ringan
Guna mempercepat realisasi pembangunan, Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah memproses penerbitan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat sebagai payung hukum pencairan dana BTT tersebut. Langkah taktis ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi bupati sejak hari pertama kejadian.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, S.T., M.T., merinci bahwa kebutuhan dana pembangunan Pasar Cukir ditaksir mencapai Rp 935.298.000. Pihaknya memastikan bangunan semi permanen ini tetap dikerjakan dengan standar spesifikasi yang aman dan layak.
“Nanti spesifikasinya menggunakan rangka baja ringan dan atap galvalum. Mengingat kategori semi permanen, dindingnya menggunakan kalsiboard dan multipleks, tidak menggunakan rolling door,” jelas Imam.
Sembari proses pembangunan berjalan, para pedagang terdampak untuk sementara waktu dipersilakan menempati lapak-lapak kosong yang ada di pasar.
Angin Segar dan Apresiasi dari Pedagang
Gerak cepat dan kepedulian nyata Pemkab Jombang ini disambut antusias oleh para pedagang. Perwakilan pedagang menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas solusi cepat yang diberikan pemerintah daerah.
“Tadi sudah disampaikan bahwa listrik, atap, hingga pintu semuanya dibiayai pemerintah. Meskipun semi permanen, ini sangat layak untuk memulai kembali usaha kami. Terima kasih, Abah Bupati,” ungkap salah satu perwakilan pedagang dengan senyum lega.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah dan warga pasar, asa para pedagang Pasar Cukir untuk kembali bangkit dan mencari nafkah kini semakin nyata di depan mata.
(Red)






