Jombang terkini.Com Jombang – Banjir menggenangi sejumlah wilayah di Jombang setelah intensitas hujan sedang hingga tinggi berlangsung semalaman di Kabupaten Jombang sejak Minggu sore hingga Senin pagi, menyebabkan 13 titik di lima kecamatan dilaporkan terdampak banjir akibat meningkatnya volume air di sungai yang meluber dan menggenangi area lebih rendah dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 150 sentimeter.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengungkapkan bahwa air mulai menggenangi permukiman warga sejak Senin dini hari akibat naiknya debit sungai secara drastis karena curah hujan ekstrem. Berdasarkan pantauan BPBD Jombang, genangan terparah berada di Desa Kademangan, Mojoagung, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Wiku menyatakan bahwa air masuk ke rumah-rumah warga dan menutup akses jalan desa di Desa Kademangan. Selain itu, genangan banjir juga terjadi di beberapa desa lainnya di wilayah yang sama, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter
Kecamatan Sumobito dan Kesamben juga terdampak banjir, dengan beberapa desa yang mengalami genangan air. Selain itu, banjir juga menggenang di wilayah Kecamatan Mojowarno dan Kudu.

Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga area persawahan dan Pondok Pesantren Darul Ulum di Rejoso, Kecamatan Peterongan. Sungai Rejoso tidak mampu menampung debit air, sehingga menyebabkan luapan ke kompleks pondok.
Tim BPBD Jombang telah dikerahkan untuk berkoordinasi dengan aparat desa setempat dalam pemantauan situasi dan langkah-langkah penanganan darurat. Hingga saat ini, belum ada laporan terkait korban jiwa, pengungsian massal, maupun kebutuhan logistik mendesak.
Wiku mengimbau warga tetap siaga terhadap kemungkinan hujan susulan dan berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya di sekitar daerah yang masih tergenang.pungkasnya(Red)






