Jombangterkini.com Jombang – Langit Jombang yang kian sering dirundung cuaca ekstrem memicu respons cepat dari otoritas setempat. Menghadapi ancaman angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang mengerahkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga untuk menyisir pohon-pohon “rentan” di sepanjang jalur utama.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan operasi mitigasi risiko demi memastikan nyawa pengguna jalan tetap terlindungi di tengah potensi bencana hidrometeorologi.

Fokus di Jalur “Urat Nadi”
Berdasarkan hasil pemetaan risiko, dua jalur strategis yang menjadi prioritas utama pekan ini adalah:
Ruas Cukir–Mojowarno
Ruas Selorejo–Mojoroto
Kedua jalur ini dikenal sebagai urat nadi transportasi dan distribusi ekonomi masyarakat yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi serta dikelilingi pohon-pohon tua berukuran besar.
Eksekusi Selektif demi Keamanan
Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak asal tebang. Ada kriteria khusus bagi pohon yang masuk dalam daftar “operasi” Tim URC.
”Pohon-pohon yang dipangkas adalah yang kondisinya sudah rapuh, terlalu rindang sehingga membebani batang utama, maupun yang secara struktur sudah miring dan berpotensi roboh saat diterjang angin kencang,” tegas Bustomi pada Kamis (02/04/2026).
Tim URC: Siaga 24 Jam
Di lapangan, Tim URC Bina Marga bekerja dengan presisi tinggi. Mereka mengemban tiga misi utama:
Pruning Selektif: Mengurangi beban dahan agar pohon tidak roboh, namun tetap menjaga fungsi peneduh.
Drainase Aman: Memastikan sisa pemangkasan langsung dibersihkan agar tidak menyumbat saluran air yang bisa memicu genangan.
Respon Darurat: Tim disiagakan 24 jam untuk menangani pohon tumbang pasca-badai dalam hitungan menit guna mencegah kemacetan total.
Prioritas: Nyawa dan Kelancaran Ekonomi
Imam Bustomi menambahkan bahwa keselamatan publik tidak bisa ditawar. “Kita tidak ingin menunggu jatuh korban atau kerusakan infrastruktur baru bergerak. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas tertinggi kami,” imbuhnya.
Selain melindungi nyawa, aksi proaktif ini bertujuan untuk:
Melindungi Infrastruktur: Mencegah dahan pohon merusak jaringan listrik dan telekomunikasi.
Memperluas Jarak Pandang: Membantu pengemudi melihat jalan dengan lebih jelas saat visibilitas menurun akibat hujan lebat.
Imbauan untuk Warga:
Pemerintah Kabupaten Jombang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat cuaca buruk. Jika melihat pohon dengan kondisi membahayakan, warga diharapkan segera melapor melalui saluran resmi Dinas PUPR untuk penanganan cepat.
(Red)






