JOMBANG, Jombangterkini.com – Suasana haru bercampur optimisme membuncah di Kantor Kecamatan Gudo, Selasa (14/7). Hari itu menjadi saksi bisu estafet kepemimpinan dari Arif Hidayat—yang telah mendedikasikan diri selama 4 tahun 9 bulan—kepada nakhoda baru Gudo, Wiwik Eko Ratna Setianingsih.
Bukan sekadar rotasi biasa, pergantian ini menjadi momentum penyegaran organisasi demi membawa Gudo melompat lebih tinggi. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam (Kapolsek dan Danramil Gudo), kepala sekolah, perwakilan Klenteng Gudo, Fatayat, Muslimat, hingga seluruh Kepala Desa dan Sekdes se-Kecamatan Gudo.
Pamit dengan Kepala Tegak, Arif Hidayat Bergeser ke Mojoagung
Dalam sambutan perpisahannya, Arif Hidayat dengan berlapang dada menyampaikan bahwa mutasi adalah bagian dari jiwa seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski menyisakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun sebelum pensiun, Arif menegaskan kesiapannya mengabdi di tempat baru sebagai Camat Mojoagung.
”Sebagai abdi negara, saya selalu siap ditempatkan di mana saja dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tutur Arif hangat.
Arif juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Tiga Pilar (Muspika), para kades, perangkat desa, serta organisasi kemasyarakatan yang selama hampir lima tahun ini bahu-bahu menyukseskan program pemerintah.

Nostalgia Boncengan Motor dan Malam Takbiran yang Berkesan
Sinergi kuat yang dibangun Arif selama ini membekas lewat testimoni menyentuh dari Kapolsek Gudo. Sang Kapolsek membagikan dua momen ikonik yang tak akan dilupakan warga:
Urai Macet Malam Takbiran: Aksi nekat nan humanis Arif yang turun langsung ke jalan bersama kepolisian demi mengurai kemacetan parah di kawasan Pesantren saat malam takbiran.
Blusukan Naik Motor: Momen ketika Arif dan Kapolsek berboncengan motor, menyusuri jalanan demi meninjau langsung program bantuan “bongkar ratoon” tebu di lapangan.
Sambil mendoakan kesuksesan Arif di Mojoagung, Kapolsek juga menyambut hangat kedatangan Wiwik Eko Ratna beserta suami, Salahuddin, untuk menjaga Gudo tetap kondusif.
Gaya Kepemimpinan Humanis ala Wiwik: “Kita Ini Seduluran!”
Wiwik Eko Ratna Setianingsih, mantan Camat Kudu yang resmi dilantik pada 9 Juli lalu, hadir tidak sendirian. Ia diantar oleh rombongan besar dari Kudu sebagai bentuk dukungan moral yang luar biasa.
Dalam pidato perdananya, Wiwik langsung mencuri perhatian dengan gaya bicaranya yang cair dan merangkul.
”Kita adalah saudara, kita seduluran, dan kita adalah mitra kerja. Pintu komunikasi akan selalu saya buka lebar-lebar. Mari kita bangun koordinasi yang fleksibel, cair, dan tidak kaku,” tegas Wiwik ramah.
Ia berkomitmen penuh untuk mengawal dan melanjutkan program-program baik yang telah dirintis oleh Arif Hidayat.
Unik! Gudo Kini Didominasi “Srikandi” Hebat
Ada cerita menarik dan menggelitik yang diungkapkan oleh Kusnan, Kepala Desa Krembangan selaku perwakilan Kades se-Kecamatan Gudo. Ia berkelakar bahwa peta birokrasi di Gudo saat ini sangat unik karena didominasi oleh tokoh-tokoh perempuan tangguh (Srikandi).
”Hanya menyisakan satu posisi trantib saja yang laki-laki. Tapi kami sangat optimis, di bawah kepemimpinan Ibu Camat yang baru, roda pemerintahan di Kecamatan Gudo akan berjalan semakin lincah dan maju,” seloroh Kusnan yang langsung disambut tawa lepas para hadirin.
Terkait target realisasi pajak daerah (PBB) yang sempat menjadi perhatian, Kusnan meminta Camat baru tidak perlu risau. Para Kades se-Kecamatan Gudo berkomitmen penuh untuk melunasi PBB sebelum jatuh tempo.
Acara penuh kehangatan ini ditutup dengan sesi foto bersama, jabat tangan erat penuh kekeluargaan, serta ucapan selamat bertugas bagi kedua pemimpin yang kini memulai babak baru pengabdian mereka di Jombang.
(Red)






