JOMBANG TERKINI.Com JOMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali menjadi sorotan tajam. Dewan Pendidikan Jombang dibanjiri aduan dari wali murid terkait kualitas makanan yang dianggap tidak layak, mulai dari daging ayam yang masih mentah hingga buah-buahan yang sudah busuk.
Merespons keluhan tersebut, Dewan Pendidikan Jombang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke SDN Kepuhkembeng 1 Jombang pada Jumat pagi (06/02/2026).

Temuan Tak Layak Konsumsi di Sekolah
Dalam sidak tersebut, tim menemukan bukti nyata berupa buah pisang yang kondisinya sudah rusak dan tidak layak konsumsi. Hal ini memperkuat laporan wali siswa yang sebelumnya mengeluhkan adanya darah pada daging ayam yang dikirimkan untuk siswa.
Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Cholil membenarkan temuan tersebut.
”Kami menerima laporan adanya menu yang kurang matang dan buah busuk. Hari ini kami turun langsung ke SDN Kepuhkembeng 1 untuk kroscek, dan memang benar ditemukan buah pisang yang tidak layak makan. Kami mendukung penuh program MBG, namun kualitasnya harus dijaga ketat,” tegasnya.

Pihak sekolah melalui perwakilan guru SDN Kepuhkembeng 1 juga menyatakan kekecewaannya. Mereka berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih profesional dalam bekerja.
“Harapan kami kedepannya SPPG lebih baik lagi dalam pengiriman. Jangan sampai ada lagi ayam yang belum matang atau buah busuk yang sampai ke tangan siswa,” ujar salah satu guru.
Konfrontasi di Dapur SPPG Mancar
Tak berhenti di sekolah, rombongan Dewan Pendidikan langsung mendatangi pusat produksi di Dapur SPPG Desa Mancar 3. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala SPPG Mancar 3, Setyo Widodo.

Suasana sempat diwarnai adu argumen saat Setyo Widodo awalnya membantah adanya temuan ayam berdarah dan buah busuk. Namun, ia tidak dapat mengelak setelah tim Dewan Pendidikan menyodorkan bukti-bukti fisik dan dokumentasi hasil sidak dari lapangan.
Janji Perbaikan Mutu
Setelah melihat bukti yang ada, Setyo Widodo akhirnya mengakui adanya kekurangan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf.

“Kami membenarkan adanya temuan tersebut dan berjanji akan segera memperbaiki serta mengoreksi total menu MBG sebelum didistribusikan. Kami berterima kasih kepada tim Dewan Pendidikan Jombang yang sudah memberikan masukan demi perbaikan mutu kami,” ungkap Setyo.
Dewan Pendidikan Jombang menegaskan akan terus mengawal dan siap melakukan peninjauan kapan saja jika kembali menerima aduan masyarakat. Harapannya, setiap menu yang keluar dari dapur penyedia sudah melalui kontrol kualitas yang ketat sebelum sampai ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
(Red)






