JOMBANG TERKINI .COM JOMBANG – Pagi yang cerah di SMK PGRI 1 Jombang terasa berbeda pada Selasa (10/2/2026). Ratusan pelajar tampak antusias menyambut kehadiran Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, yang hadir membawa misi khusus: membentengi generasi muda dari bahaya kenakalan remaja.
Dalam arahannya yang humanis namun tegas, AKBP Ardi menekankan bahwa masa depan bangsa ada di tangan para siswa yang saat ini duduk di bangku sekolah. Ia berpesan agar para siswa tidak hanya fokus pada nilai akademik, tapi juga pada kualitas karakter.

Stop Bullying, Perkuat Persaudaraan
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan Kapolres adalah isu perundungan atau bullying. Di hadapan para siswa, ia menegaskan tidak ingin mendengar adanya tindak kekerasan fisik maupun verbal di lingkungan sekolah.
“Saya tidak ingin ada satu pun siswa SMK PGRI 1 Jombang yang mem-bully temannya. Kunci sukses itu sederhana: sayangi orang tua, hormati guru, dan jaga persaudaraan dengan teman,” tegas AKBP Ardi.
Waspada ‘Circle’ Negatif dan Hoaks
Kapolres juga memberikan peringatan keras terkait tren pergaulan negatif, seperti konvoi motor tengah malam hingga membawa senjata tajam yang dapat berujung pada ranah pidana.
Filter Informasi: Siswa diminta cerdas memilah informasi agar tidak mudah terprovokasi hoaks.
Pilih Lingkaran Pertemanan: Menghindari komunitas tidak sehat yang hanya merugikan masa depan.
Konsekuensi Hukum: Mengingatkan bahwa setiap tindakan negatif memiliki dampak hukum yang nyata.
Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan
Kepala SMK PGRI 1 Jombang, Sudarti, menyambut hangat kehadiran orang nomor satu di kepolisian Jombang tersebut. Menurutnya, motivasi dari Kapolres sangat penting untuk menjaga reputasi SMK PGRI 1 sebagai sekolah berprestasi di tingkat Jawa Timur.
Senada dengan hal itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi di Jombang, Ulil Muhammad, turut mengingatkan para siswa untuk tetap fokus pada kewajiban utama mereka, yaitu belajar. Ia juga menyinggung pentingnya pengawasan terhadap aktivitas ekstra kurikuler seperti perguruan silat agar tetap berada di jalur positif dan tidak memicu konflik.
Pesan Penutup untuk Masa Depan
”Kalian adalah generasi cerdas. Jangan sampai masa depan yang panjang hancur karena ikut-ikutan hal yang tidak jelas. Jaga nama baik sekolah dan keluarga,” pungkas AKBP Ardi.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh jajaran Kasat Lantas dan Kasat Binmas ini ditutup dengan suasana tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa untuk terus berprestasi tanpa melanggar hukum.
(Red)






