Jombangterkini.com Jombang – Tahun pertama kepemimpinan pasangan Warsubi–Salman di Kabupaten Jombang langsung membuahkan hasil fenomenal di sektor agraris. Tidak tanggung-tanggung, Jombang berhasil mencatatkan rekor Luas Tambah Tanam (LTT) tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur.
Melampaui Target Nasional
Berdasarkan data terbaru, LTT padi Jombang tahun 2025 sukses menyentuh angka 86.701 hektar. Angka ini tidak hanya menjadi capaian tertinggi yang pernah ada, tetapi juga melampaui target yang dipatok pemerintah pusat sebesar 81.251 hektar.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, Much Rony, menegaskan bahwa ini adalah buah dari sinergi kebijakan yang tepat sasaran.

”Capaian ini adalah LTT terbesar dalam sejarah pertanian Jombang. Ini bukti semangat petani kita luar biasa dan program pemerintah berjalan efektif di lapangan,” ujar Rony.
Rahasia Dibalik “Ledakan” Produksi
Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Sedikitnya ada tiga faktor kunci yang membuat sektor pertanian Jombang “tancap gas”:
Optimasi Lahan (Oplah): Seluas 3.311 hektar lahan berhasil dioptimalkan. Dengan dukungan irigasi perpompaan, lahan yang dulunya hanya panen sekali setahun, kini bisa dipacu menjadi 2 hingga 3 kali tanam (Indeks Pertanaman naik signifikan).
Kepastian Harga (HPP): Kebijakan Harga Pokok Pemerintah (HPP) gabah di angka Rp 6.500 per kilogram memberikan rasa aman bagi petani.
Dukungan Input: Penurunan harga pupuk dan tambahan alokasi pupuk bersubsidi membuat biaya produksi lebih terkendali.
Surplus Beras Melonjak 100%
Efek dominonya terlihat jelas pada ketahanan pangan daerah. Data BPS Jombang mencatat angka yang sangat kontras antara konsumsi dan produksi:
Sebagai perbandingan, surplus pada tahun 2024 “hanya” berada di angka 49.342 ton. Artinya, di tahun 2025, surplus pangan Jombang melonjak lebih dari dua kali lipat.
Modernisasi Lewat 17 Brigade Pangan
Tak ingin berhenti di angka-angka, duet Warsubi-Salman juga mulai menyiapkan masa depan lewat regenerasi. Jombang kini memiliki 17 Brigade Pangan (BP)—jumlah terbanyak di Jawa Timur.
Unit ini diisi oleh pemuda tani yang dibekali teknologi canggih, mulai dari:
Traktor roda empat & Combine Harvester.
Drone Pertanian untuk pemupukan dan pemantauan lahan.
Pelatihan intensif peningkatan kapasitas SDM.
”Kami ingin anak muda melihat bahwa bertani itu keren, modern, dan menjanjikan secara ekonomi,” pungkas Rony optimis.
(Red)






