Pecah! Perdana Gelar Kirab Budaya, Warga Balonggading Jombang Tumpah Ruah Rebutan Gunungan Raksasa

Jombangterkini.com. Jombang. – Nuansa budaya Jawa yang kental seketika menyelimuti atmosfer Dusun Balonggading, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Ribuan warga tumpah ruah memadati jalanan desa untuk menyaksikan momen sakral sekaligus meriah: Kirab Budaya Sedekah Dusun Balonggading.

​Menariknya, ini adalah kali pertama sedekah dusun dikemas dalam bentuk kirab budaya yang megah. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya diisi doa bersama, tahun ini warga menyuguhkan pesta visual yang memukau.

Catwalk Jalanan: Dari Kebaya hingga Jajanan Pasar

​Arak-arakan budaya ini dilepas langsung oleh Kepala Desa Sepanyul, Dedi Dwi Anugrah P., dari depan kediamannya. Sepanjang rute menuju Punden Mbah Patmasari, mata penonton dimanjakan oleh kreativitas tanpa batas warga setempat.

​Busana Adat Nusantara: Peserta kirab tampil anggun dan gagah mengenakan pakaian adat Jawa, mulai dari kebaya, batik, beskap, hingga busana adat nusantara lainnya.

​Gunungan Hasil Bumi: Yang paling mencuri perhatian adalah arak-arakan gunungan tumpeng raksasa dan jolen (tandu berisi makanan). Gunungan ini disusun estetis dari hasil bumi warga, seperti sayur-mayur segar, buah-buahan, hingga aneka jajanan pasar tradisional.

​Gunungan raksasa ini bukan sekadar pajangan, melainkan simbol visual dari rasa syukur mendalam masyarakat Balonggading atas berkah dan kelimpahan rezeki dari Sang Pencipta.

Ritual Doa dan Tradisi “Berebut Berkah”

​Sesampainya di garis finish di Punden Mbah Patmasari, keseruan berubah menjadi khidmat. Seluruh peserta pawai duduk bersila, menyatukan hati dalam doa bersama. Begitu doa selesai dipanjatkan, momen yang paling ditunggu-tunggu pun tiba: Warga langsung berebut isi gunungan tumpeng raksasa! Aksi saling rebut ini berlangsung seru namun tetap tertib, diiringi tawa dan sukacita warga yang meyakini adanya berkah di dalam hasil bumi tersebut.

Berawal dari Gotong Royong, Berharap Jadi Agenda Tahunan

​Kepala Desa Sepanyul, Dedi Dwi Anugrah P., tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat antusiasme warga yang luar biasa.
​”Pawai budaya ini adalah rangkaian dari acara sedekah Dusun Balonggading. Sehari sebelumnya, seluruh Desa Sepanyul juga sudah mengadakan sedekah desa dan doa bersama di makam desa,” jelas Dedi saat ditemui di sela-sela acara.

​”Melihat warga begitu bersemangat, semoga acara seperti ini bisa terus dipertahankan dan menjadi agenda tahunan ke depannya,” tambahnya optimis.

​Apresiasi senada juga datang dari Kepala Dusun Balonggading, Hari Sanjoko. Ia mengucapkan terima kasih mendalam kepada kepala desa, warga yang kompak bergotong royong, serta para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk membuat gunungan. “Harapan kami sama, semoga acara ini bisa terus berjalan setiap tahunnya,” ujar Hari.

​Sentimen positif ini diamini oleh Pitono, warga RT 04 RW 02. Ia mengaku bangga dengan gebrakan perdana ini. “Terima kasih kepada panitia yang sudah menyelenggarakan pawai budaya yang pertama ini. Semoga tahun depan ada lagi dan makin meriah!” ungkapnya.

​Acara yang melibatkan seluruh elemen masyarakat ini sukses berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Suksesnya Kirab Budaya Balonggading menjadi bukti nyata bahwa di tengah gempuran era modern, geliat pelestarian budaya lokal di Jombang masih berakar kuat dan tak meredup.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *