Jombangterkini.com Jombang– Merespons pemberitaan media terkait keluhan warga mengenai aroma tidak sedap dan serangan lalat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang melakukan verifikasi lapangan (verlap) di Dusun Balongampel, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo.pada Rabu 15 April 2026
Hasil Pertemuan dan Arahan DLH
Dalam kunjungan tersebut, tim DLH didampingi oleh Kepala Desa Sepanyul, Dedy Anugrah, dan ditemui langsung oleh pemilik kandang, Sugeng. Berdasarkan hasil peninjauan, pihak DLH memberikan instruksi tegas kepada pemilik usaha untuk:
Penyemprotan Rutin: Melakukan pembasmian lalat secara berkala menggunakan obat yang efektif.
Manajemen Limbah: Melakukan pembersihan kotoran ayam segera setelah masa panen berakhir tanpa menunda waktu.
Pemantauan Ketat: DLH akan terus memantau proses pembersihan dan penyemprotan pasca-panen guna memastikan kondisi lingkungan kembali kondusif.
Pemilik kandang, Sugeng, menyatakan kesanggupannya untuk menjalankan arahan tersebut demi kenyamanan warga sekitar.
Tanggapan Pemerintah Desa
Kepala Desa Sepanyul, Dedy Anugrah, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Jombang.
”Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup yang sudah datang ke Desa Sepanyul untuk melakukan verlap kandang ayam di Dusun Balongampel. Memang benar pemberitaan media beberapa hari kemarin terkait bau tak sedap dan teror lalat. Hari ini, pihak dinas sudah memberikan arahan kepada pemilik agar melakukan perawatan yang lebih ekstra lagi,” ujar Dedy.
Harapan Terkait Kompensasi Warga
Selain masalah kebersihan, Pemerintah Desa Sepanyul juga menitipkan harapan terkait bentuk tanggung jawab sosial (kompensasi) bagi warga yang terdampak di Dusun Balongampel dan Balongading:
Distribusi Langsung: Pemdes berharap kompensasi berupa daging ayam diberikan langsung kepada warga atau melalui Ketua RT setempat.
Efektivitas Penyaluran: Dedy menegaskan agar mekanisme pembagian diperbaiki. Ia berharap warga tidak perlu diminta datang ke kandang, melainkan pihak pengelola yang mengantarkannya sebagai bentuk empati atas dampak yang dirasakan masyarakat.
Kondisi Saat Ini:
Pihak desa dan warga kini menunggu realisasi dari janji pembersihan dan perbaikan manajemen kandang tersebut agar “teror lalat” tidak kembali terulang di musim pemeliharaan berikutnya.
(Red)






