Jombangterkini.com Mojowarno – Kemeriahan menyelimuti lereng Gunung Anjasmoro tepat pada hari ini, Minggu, 10 Mei 2026. Ribuan jemaat Kristen dari berbagai penjuru berkumpul di GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Induk Mojowarno untuk melaksanakan tradisi tahunan Hari Raya Unduh-Unduh.
Perayaan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi ini kembali menyedot perhatian warga lokal maupun wisatawan. Sejak pagi buta, jalanan protokol Mojowarno telah dipadati oleh arak-arakan kreatif yang merepresentasikan kekayaan alam agraris daerah setempat.
Kreativitas Blok dan Gunungan Hasil Bumi
Tahun ini, antusiasme peserta terlihat meningkat dengan keterlibatan aktif dari berbagai blok jemaat. Masing-masing blok menampilkan bangunan atau miniatur unik yang seluruhnya dihias menggunakan hasil panen terbaik mereka.

Hasil Pertanian: Bangunan-bangunan tersebut nampak rimbun dengan susunan sayur-mayur segar, mulai dari kacang panjang, sawi, jagung, hingga buah-buahan lokal.
Hasil Ternak: Tak hanya tanaman, beberapa blok juga menyertakan hewan ternak hidup seperti ayam dan kambing yang ditempatkan di atas kendaraan hias, sebagai simbol totalitas rasa syukur.
Filosofi Bangunan: Miniatur yang ditampilkan beragam, mulai dari replika gereja, lumbung padi, hingga simbol-simbol kearifan lokal lainnya.
Makna Simbolis “Unduh-Unduh”
Pendeta GKJW Mojowarno Pdt. Andriyono Cipto Santoso. menyampaikan tradisi ini bukan sekadar pawai budaya, melainkan bentuk nyata dari ajaran kasih dan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta.
”Unduh-Unduh adalah momen di mana kita membawa kembali sebagian dari apa yang telah Tuhan berikan melalui tanah dan kerja keras kita. Semua hasil bumi yang diarak ini nantinya akan dilelang, dan hasilnya digunakan untuk misi sosial serta pemeliharaan gereja,” ujarnya di sela-sela prosesi.
Harmoni dalam Keberagaman
Meskipun berakar dari tradisi gereja, perayaan Unduh-Unduh 2026 tetap menjadi ajang pemersatu bangsa. Warga dari berbagai latar belakang agama nampak antusias menonton di pinggir jalan, menciptakan suasana kerukunan yang kental.
Kemeriahan ditutup dengan prosesi ibadah syukur dan dilanjutkan dengan lelang hasil bumi yang selalu dinanti-nanti oleh pengunjung. Dengan suksesnya acara hari ini, Unduh-Unduh Mojowarno kembali membuktikan diri sebagai salah satu aset wisata religi dan budaya terbesar di Kabupaten Jombang
(Red)






