Jauh dari Kesan Perpeloncoan, MPLS SMPN 2 Ngoro Justru Bikin Siswa Baru ‘Jatuh Cinta’

​​Jombangterkini.com. Jombang. – Kesan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang menakutkan dan penuh perpeloncoan dipastikan tidak berlaku di SMP Negeri 2 Ngoro, Jombang. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, sekolah yang terletak di perbatasan Jombang-Kediri ini resmi membuka gerbang bagi 288 siswa baru lewat gelaran MPLS yang seru, edukatif, dan ramah anak.

​Selama lima hari ke depan, para siswa baru akan diajak menyelami atmosfer sekolah yang nyaman demi mewujudkan visi besar: unggul dalam karakter, penguasaan teknologi, serta berwawasan lingkungan.

Zero Bullying, Patuh Regulasi

​Kepala SMPN 2 Ngoro, Heni Wahyudi, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MPLS tahun ini berjalan ketat di bawah koridor hukum, termasuk Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Pihak sekolah memasang badan menjamin tidak akan ada ruang bagi praktik bullying atau kekerasan dalam bentuk apa pun.

​”Fokus kami adalah menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman. MPLS Ramah ini dirancang untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan kurikulum, sekaligus memetakan potensi, bakat, serta minat unik dari masing-masing calon siswa,” ujar Heni saat diwawancarai, Selasa (14/7/2026).

Senjata Utama: Pembudayaan 4 ‘Kata Ajaib’

​Ada yang unik dari pembentukan karakter di SMPN 2 Ngoro. Heni menekankan bahwa kecerdasan akademik (kognitif) harus berjalan beriringan dengan akhlak yang baik. Sebagai langkah nyata, sekolah menggalakkan program harian yang cukup sederhana namun berdampak masif, yaitu pembiasaan 4 Kata Ajaib dalam interaksi sehari-hari:

Tolong: Diucapkan setiap kali membutuhkan bantuan.

Permisi: Digunakan saat lewat atau ingin meminta perhatian.

Terima Kasih: Sebagai bentuk apresiasi tulus.

Mohon Maaf: Tanpa ragu diucapkan saat melakukan kesalahan.

​”Meskipun terlihat sederhana, efek nyata yang ditimbulkan bagi iklim dan kenyamanan lingkungan pendidikan di sekolah sangat luar biasa,” tambah Heni.
Program ini bahkan diproyeksikan akan menjadi branding utama sekolah selama satu tahun ke depan.

Komposisi Kelas yang Ideal

​Tahun ini, antusiasme masyarakat terhadap SMPN 2 Ngoro terbilang tinggi. Sebanyak 288 siswa baru yang berasal dari lulusan SD dan MI di wilayah Jombang serta kawasan perbatasan resmi bergabung.

Bentengi Siswa dari Bahaya Digital hingga Narkoba

​Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Eko Pranoto Budi, memastikan materi MPLS dikemas seinteraktif mungkin merujuk pada juknis resmi Kemendikdasmen. Di hari pertama, fokus utama sekolah adalah membuat siswa merasa “jatuh cinta” dan nyaman dengan lingkungan barunya.

​Mengingat tantangan zaman remaja saat ini makin kompleks, SMPN 2 Ngoro juga menyuntikkan tiga materi krusial sebagai bekal masa depan siswa:
​Etika Digital: Mengedukasi siswa agar bijak, santun, dan punya tata krama saat bermedia sosial.

​Sosialisasi Anti-Narkoba: Menggandeng pihak kepolisian untuk mengupas tuntas bahaya Napza.

​Pencegahan Kekerasan (Anti-Bullying): Menanamkan nilai toleransi lewat materi Wawasan Wiyata Mandala, Aku dan Sekolahku, serta Aku dan Sekitarku.

​”Kami ingin anak-anak saling menghargai tanpa memandang perbedaan agama, status sosial, maupun fisik,” tegas Eko.

​Sinergi Kuat dengan Orang Tua
​Transisi dari SD ke SMP bukanlah hal yang mudah bagi anak. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap MPLS Ramah Anak ini bisa memicu perubahan sikap yang positif. Demi mendukung tumbuh kembang bakat siswa secara maksimal—baik akademik maupun non-akademik—SMPN 2 Ngoro mengetuk pintu kerja sama para orang tua wali murid.

​”Sekolah ini adalah milik bersama. Tantangan di tingkat SMP akan lebih kompleks. Kami meminta wali murid untuk aktif berkomunikasi dengan kami, agar jika ada masalah, kita bisa mendeteksi dan menyelesaikannya lebih dini,” tutup Eko dengan optimis

(Red/Dar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *