Jombangterkini.com. Jombang — Suasana belajar di SMPN 4 Jombang berubah menjadi keprihatinan mendalam. Bau menyengat dan asap beracun yang bersumber dari aktivitas pengolahan serta pencucian limbah industri di dekat area sekolah membuat sejumlah siswa mengalami mual, muntah-muntah, hingga sesak napas di dalam ruang kelas.
Limbah cair milik pabrik tersebut mengalir deras ke saluran air warga dan memicu polusi udara tajam yang merenggut hak para murid untuk belajar dengan tenang dan aman.
Teguran Pihak Sekolah Hanya Dianggap “Angin Lalu”
Dampak mengerikan ini rupanya bukan cerita baru. Pihak sekolah membeberkan bahwa mereka telah berulang kali melayangkan teguran langsung kepada pemilik pabrik. Namun, iktikad baik tersebut sama sekali tak diindahkan.
”Sebenarnya beberapa kali kita memberikan teguran ke pihak pabrik, namun sepertinya teguran tersebut diabaikan,” ungkap perwakilan sekolah.
Karena kondisi dinilai makin membahayakan keselamatan jiwa para murid, sekolah akhirnya mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus ini ke tingkat dinas.
”Sudah keterlaluan, yang mana bau limbah tersebut membuat beberapa siswa sesak napas dan bahkan banyak yang muntah-muntah. Karena itu, kami laporkan hal ini ke dinas terkait,” tegas pihak sekolah.
Dinas Pendidikan dan DLH Janji Turun Tangan
Merespons jeritan dari SMPN 4 Jombang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Jombang, Wor Windari, bergerak cepat menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengambil tindakan nyata.
”Informasi dari Kepala Sekolah itu, saya koordinasi dengan Kepala Dinas LH. Terus direspons, ‘kami tindak lanjuti’,” kata Wor Windari.
DLH berencana segera menerjunkan tim khusus ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). “Dari Pak Ulum (DLH) sendiri saya telepon. ‘Nanti tolong di-sharelock, kita turun ke lokasi.’
Kemarin waktu saya ada kegiatan di SMPN 4, Kepala Sekolah juga menyampaikan sudah bertemu dengan pihak pabrik dan insya Allah ditindaklanjuti. Mudah-mudahan ke depan tidak ada masalah lagi,” tambahnya.
Pabrik Masih Membisu, Publik Menanti Sanksi Tegas
Dugaan kuat aktivitas pembuangan limbah beracun ini mengarah pada operasional CV Java Pangan Nusantara. Namun, hingga saat ini pihak manajemen perusahaan tersebut masih enggan memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi.
Sikap bungkam pabrik di tengah tumbangnya sejumlah siswa kian memicu kemarahan publik. Kini, ketegasan Pemerintah Kabupaten Jombang dan DLH diuji: akankah ada sanksi berat hingga penutupan operasional, ataukah kesehatan para murid harus terus dikorbankan demi mengepulnya cerobong industri?
(Red)






