Jombangterkini.com. Jombang. — Suasana gembira menyelimuti Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang pada Rabu (7/10/2026). Ratusan petani bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang berkumpul di balai desa Bawangan Ploso dalam rangka pembinaan panen dan paska panen menjelang Panen Raya Tembakau 2026.
Di balik hamparan hijau daun tembakau wilayah Utara Brantas, tersimpan potensi ekonomi spektakuler yang siap menggerakkan roda perekonomian daerah hingga hampir setengah triliun rupiah!
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much Rony, mengungkapkan bahwa komoditas tembakau di wilayah Utara Brantas merupakan anugerah ekonomi yang sangat besar. Didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026, sektor ini terbukti menjadi pendorong utama kesejahteraan warga.
Potensi Ekonomi Tembakau Capai Rp487 Miliar
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, total luas lahan tanaman tembakau di lima kecamatan wilayah Utara Brantas (Kabuh, Ploso, Plandaan, Ngusikan, dan Kudu) mencapai 6.500 hektar dengan melibatkan kurang lebih 15.000 petani.
Saat ini, masa panen telah memasuki tahap akhir dengan capaian luas panen mencapai 5.198 hektar (85,75%).
“Jika kita hitung dari produktivitas terendah 15 ton per hektar dan asumsi harga daun basah paling murah Rp5.000 per kilogram, perputaran uang dari tembakau di Utara Brantas ini mencapai hampir Rp487 miliar—hampir setengah triliun rupiah!” ujar Kepala Dinas Pertanian Jombang di hadapan Bupati dan jajaran Forkopimda.
Tak hanya kuantitas, kualitas tembakau Jombang juga makin diakui secara nasional. Jombang kini resmi memiliki tiga varietas unggulan yang telah dirilis Kementerian Pertanian:
Jinten Pakpi 1
Jinten Pakpi 2
Manilo
Hebatnya lagi, petani Jombang kini sudah mampu memproduksi dan menangkarkan benih tersertifikasi secara mandiri, hingga menjadi tempat rujukan belajar bagi daerah lain seperti Gresik dan Blitar.

Formula Unik: “Mati Urip Nandur Bako” dan Rahasia Bebas Inflasi
Bagi masyarakat Utara Brantas, menanam tembakau bukan lagi sekadar mata pencaharian, melainkan tradisi turun-temurun yang melekat kuat dengan seloroh khas: “Mati urip, nandur bako” (Mati hidup, tetap menanam tembakau).
Uniknya, pola tanam Padi – Tembakau di kawasan ini menciptakan ketahanan pangan yang sangat tangguh. Petani di Utara Brantas jarang terdampak oleh gejolak harga beras di pasar karena hasil panen padi disimpan khusus untuk konsumsi keluarga, sementara kebutuhan hidup sehari-hari ditopang penuh oleh hasil panen tembakau.
Pola ini turut mendukung program Pemkab Jombang, yaitu Gerakan Mandiri Pangan “Mulai Soko Gabah”, yang terus disosialisasikan untuk menjaga kestabilan inflasi daerah.
Dukungan Alokasi DBHCHT 2026 dan Regenerasi Petani Muda
Untuk mendukung kelancaran usaha tani, Pemkab Jombang menyalurkan berbagai bantuan dari alokasi DBHCHT 2026, di antaranya:
350 ton pupuk NPK tembakau untuk lahan 6.500 hektar;
4 unit hand tractor rotary;
19 unit mesin rajang tembakau;
3 unit kendaraan angkut roda tiga;
Pelatihan budidaya, penanganan hama bersama Balai Besar Protection Surabaya, hingga pengolahan pascapanen (rajangan kasar, rajangan halus, dan janturan).
Guna menjaga keberlanjutan sektor ini, Dinas Pertanian juga memfokuskan pendampingan pada anak-anak muda melalui ajang Tobacco Agropreneur Day dalam rangkaian Jombang Festival, serta mengirim petani muda bertualang menimba ilmu ke Balai Penelitian Tembakau di Malang dan Jember.
Program Wirausaha Baru (WUB) Tunjukkan Tren Positif
Di luar komoditas tembakau, Dinas Pertanian Jombang juga melaporkan capaian mengesankan dari program Wirausaha Baru (WUB):
Pembenihan Padi: Melibatkan 322 dusun dengan modal awal Rp4 miliar yang berhasil menghasilkan nilai transaksi hingga hampir Rp8 miliar.
Budidaya Tanaman Sehat: Melibatkan 54 dusun untuk efisiensi biaya produksi berbasis organik.
Pengembangan Nilam & Kemitraan Jagung: Penanaman nilam seluas 15 hektar di Wonosalam serta kemitraan jagung seluas 80 hektar bersama pihak swasta (AFCO).
Acara panen raya di Desa Bawangan ini ditutup dengan apresiasi tinggi dari Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda yang hadir, membawa optimisme baru bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang.
(Red)






