JOMBANGTERKINI.COM JOMBANG – Suara gemeretak ribuan botol kaca yang hancur di bawah roda alat berat menjadi bunyi pembuka komitmen keamanan di Jombang. Di bawah terik matahari, Polres Jombang menggelar pemusnahan massal minuman keras (miras) sebagai langkah nyata menjaga kesucian bulan Ramadan 1447 H.
Sebanyak 12.310 botol miras berbagai merek yang semula mengancam ketertiban, kini berakhir menjadi puing tak berarti. Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan pesan keras bagi para pengedar: tidak ada ruang bagi “penyakit masyarakat” di Kota Santri.
Sinergi Lintas Sektor: Jombang Bersatu
Pemusnahan ini disaksikan langsung oleh jajaran elit pemerintahan dan tokoh masyarakat. Kehadiran para pimpinan daerah menunjukkan bahwa perang terhadap miras adalah tanggung jawab kolektif.

Pemerintah Daerah: Bupati Jombang, Warsubi.
Legislatif & Hukum: Ketua DPRD, Kajari, dan Kajati.
Keamanan: Dansatradar dan Dandim.
Religi: Tokoh Agama (FKUB) serta perwakilan Ormas Islam.
Bupati Warsubi memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat kepolisian. Menurutnya, ketenangan umat Muslim dalam beribadah adalah prioritas utama.
”Ini kolaborasi luar biasa. Kita ingin memastikan warga bisa beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman tanpa gangguan,” tegas Warsubi di sela acara.

Bukan Sekadar Seremoni, Razia Terus Berlanjut
Kapolres Jombang, Ardi Kurniawan, memastikan bahwa hancurnya belasan ribu botol ini hanyalah permulaan. Pihaknya tidak akan mengendurkan pengawasan meski ribuan botol telah dimusnahkan.
”Kami pastikan razia gabungan akan terus digencarkan selama bulan puasa. Tidak ada celah bagi peredaran miras yang dapat merusak kondusivitas wilayah,” ujar Ardi dengan nada tegas.
Dengan pengawalan ketat dan komitmen berkelanjutan ini, Polres Jombang optimis ketertiban umum akan tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba, memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Red)






