JOMBANG TERKINI.COM JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi menabuh genderang perencanaan pembangunan masa depan. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab Jombang memulai rangkaian Musrenbang RKPD Tahun 2027 yang dibuka langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si, di Pendopo Kecamatan Peterongan, Rabu (4/2/2026).
Forum strategis ini mengumpulkan delegasi dari lima kecamatan—Peterongan, Sumobito, Kesamben, Mojoagung, dan Jogoroto—untuk menyatukan visi pembangunan desa dengan prioritas nasional.
Inovasi Ekonomi: Dari Dusun Menuju Indonesia Emas
Salah satu gebrakan yang mencuri perhatian dalam Musrenbang kali ini adalah transformasi kebijakan ekonomi kerakyatan. Bupati Warsubi menegaskan komitmennya untuk mempercepat kemandirian ekonomi melalui program Desa Mantra (Desa Maju dan Sejahtera).
Target ambisius ditetapkan: jika sebelumnya setiap dusun diharapkan mencetak satu wirausaha, kini target tersebut dinaikkan menjadi tiga wirausaha baru per dusun.
”Kami ingin setiap dusun memiliki penggerak ekonomi. Dengan stimulan modal sebesar Rp5 juta per orang, masyarakat didorong memulai usaha mikro produktif seperti budidaya puyuh, telur ayam, hingga bebek,” ujar Bupati Warsubi penuh optimisme.
Strategi ini terbukti efektif. Berdasarkan data, angka pengangguran di Jombang turun signifikan dari 28.700 jiwa pada 2024 menjadi 25.600 jiwa pada 2025.
Fokus 2027: Integrasi Industri dan Sektor Primer
Untuk tahun 2027, Pemkab Jombang mengusung tema besar: “Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer”. Tujuannya jelas, yakni menjadikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai pondasi kuat yang terhubung langsung dengan industri pengolahan serta pasar digital.
Selain ekonomi, terdapat lima fokus utama pembangunan:
Pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pengendalian inflasi.
Ketahanan pangan.
Peningkatan infrastruktur.
Dukungan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Infrastruktur Merata & Solusi Sampah Berbasis RT
Kabar baik bagi warga di tingkat akar rumput, setiap kecamatan akan mendapatkan alokasi khusus untuk peningkatan jalan kabupaten sebesar Rp1 Miliar dan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebesar Rp200 Juta.
Tak hanya soal jalan, masalah lingkungan juga menjadi sorotan. Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, S.Ag., mengungkapkan rencana penguatan Bank Sampah hingga tingkat RT.
“Setiap RT akan dialokasikan anggaran Rp3,2 juta untuk pengelolaan sampah. Desa akan menjadi koordinator sehingga sampah tidak hanya hilang, tapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi warga,” jelasnya.
Komitmen di Tengah Tantangan Fiskal
Meski menghadapi tantangan penurunan fiskal, Kepala Bapperida Jombang, Hartono, S.Sos., M.M., memastikan pembangunan tetap akan berjalan adil dan merata.
“Kami mensimulasikan alokasi rata-rata Rp1,2 miliar per kecamatan. Perencanaan ini tetap kami kunci pada skala prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkas Hartono.
(Red/Dar)






