Polusi Bau Limbah Ayam Lumpuhkan Sekolah di Jombang, Ratusan Siswa Diungsikan ke Pembelajaran Daring

Jombangterkini.com. Jombang. — Suasana belajar di Desa Denanyar, Kabupaten Jombang, mendadak mencekam dan tak kondusif. Bau membusuk yang menyengat dari aktivitas Rumah Potong Ayam (RPA) milik CV Java Pangan Nusantara (JPN) menerobos masuk hingga ke dalam ruang-ruang kelas, memicu panik dan memaksa pihak sekolah mengambil tindakan darurat.

​Tak ingin mengorbankan kesehatan anak didiknya, pihak sekolah menghentikan aktivitas belajar tatap muka secara mendadak. Ratusan siswa dari kelas 9C hingga 9I dipulangkan lebih awal dan langsung dialihkan ke metode Pembelajaran Jarak Jauh (Daring) demi menghindari paparan polusi udara yang kian mengancam.

​”Instruksi dari sekolah, karena limbah bau yang menyengat maka anak-anak Daring mulai sekarang, untuk itu bisa meninggalkan sekolah,” tulis pengumuman resmi sekolah yang diteruskan kepada para wali murid.

​Ancaman mual, pusing, hingga gangguan pernapasan kini membayangi civitas akademika dan warga pemukiman sekitar. Lokasi operasional RPA yang berdempetan langsung dengan kawasan pemukiman serta fasilitas pendidikan dinilai warga sebagai bentuk pengabaian terhadap standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kelestarian lingkungan.

​Gelombang protes pun membuncah. Masyarakat bersama para orang tua murid mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang—termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Peternakan, dan Satpol PP—untuk tidak tinggal diam dan segera ‘menyergap’ lokasi usaha tersebut.

​Masyarakat menuntut tindakan tegas dari regulator: mulai dari inspeksi mendadak, evaluasi izin operasional, sanksi administratif, penghentian sementara operasional, hingga relokasi RPA keluar dari area pemukiman dan sekolah.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola CV Java Pangan Nusantara maupun instansi Pemkab Jombang masih dalam upaya konfirmasi guna memberikan klarifikasi resmi terkait dampak pencemaran lingkungan yang melumpuhkan dunia pendidikan di Denanyar tersebut.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *