Sidang Pleno V AHWA KH Miftachul Akhyar Kembali Didapuk Menjadi Rais Aam PBNU 2026–2031

Jombangterkini.com. Jombang — Melalui mekanisme musyawarah mufakat yang penuh khidmat, Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) resmi menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026–2031. Keputusan strategis ini dihasilkan dalam Sidang Pleno V yang digelar pada Minggu (30/8/2026) malam.

​Lokasi penetapan puncak kepemimpinan tertinggi NU ini terasa istimewa dan sarat sejarah, yakni digelar langsung di Ndalem pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbulloh (Mbah Wahab).

​Proses Musyawarah: Rapat tertutup berlangsung singkat dan efektif selama satu jam, mulai pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Pertemuan dibuka oleh KH Nurulhuda Djazuli dan dipimpin langsung oleh KH Miftachul Akhyar.

​Prinsip Aklamasi: Pemilihan mengedepankan musyawarah mufakat tanpa proses pemungutan suara (voting). “Kami menggunakan musyawarah mufakat sesuai perintah Al-Qur’an dan sejalan dengan Pancasila,” tegas Juru Bicaranya, KH Anwar Iskandar.

​Mandat Khusus AHWA: Seluruh

Sembilan Anggota AHWA sepakat menandatangani berita acara penetapan dengan amanat khusus. Rais Aam terpilih diminta untuk merangkul seluruh potensi warga nahdliyin guna mengurus dan merawat NU secara bersama-sama.
​Dengan terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar, kepemimpinan PBNU diharapkan semakin solid dalam menjaga persatuan umat, merawat tradisi, serta menguatkan kontribusi NU bagi bangsa dan negara.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *