Jombangterkini.com Sidoarjo – Pemandangan berbeda terlihat di Mako Kompi 4 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jatim, Krian. Ratusan pemuda berseragam hitam tampak membaur akrab dengan personel Brimob. Bukan untuk bertanding fisik, melainkan beradu semangat dalam aksi kerja bakti massal yang digelar pada Minggu pagi,10 mei 2026.
Sebanyak 201 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Zona 2 Sidoarjo (Pusat Madiun) tumpah ruah memenuhi area markas. Mereka datang dari enam penjuru ranting, yakni:
Sukodono & Wonoayu
Prambon & Tarik
Balongbendo & Krian
Bukan Sekadar Sapu dan Sabit

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Latihan Cabang Zona 2 ini menyasar berbagai titik. Mulai dari pembersihan area utama markas, pemotongan rumput yang menjulang, hingga sterilisasi fasilitas umum. Namun, di balik keringat yang mengucur, ada misi besar yang sedang ditanamkan.
“Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih lingkungan,” tegas Mas Suroso, tokoh senior PSHT setempat. “Ini adalah laboratorium karakter. Kami ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya jago silat, tapi punya rasa peduli, tanggung jawab, dan semangat sinergi untuk membangun negeri.”
Simbol Persaudaraan dan Nasionalisme
Kolaborasi ini menjadi simbol kuatnya hubungan antara organisasi pencak silat dengan jajaran kepolisian, khususnya Satbrimob Polda Jatim. Suasana “guyub” sangat terasa saat para pendekar muda ini bahu-membahu dengan petugas dalam menjaga kebersihan obyek vital negara tersebut.
Pesan Utama Kegiatan:
Kedisiplinan: Mengikuti instruksi dan tata tertib di area militer/kepolisian.
Persaudaraan: Mempererat ikatan antar-ranting di wilayah Sidoarjo.
Nasionalisme: Pengabdian nyata kepada fasilitas negara sebagai wujud cinta tanah air.
Melalui aksi nyata ini, PSHT Zona 2 Sidoarjo membuktikan bahwa semangat gotong royong adalah “jurus” paling ampuh untuk memperkuat persatuan bangsa. Harapannya, dampak positif ini tidak berhenti di dalam pagar Mako Brimob, tetapi juga menular ke tengah masyarakat luas.
(Red/Bas)






