Sorotan Publik Terhadap Asta Cita. WARSA : Bangun Desa Dan Kota Serta SDM Unggul Dinilai Masih Sekedar Jargon

Jombangterkini.Com Jombang – Dua program andalan dalam Asta Cita WARSA, yaitu Bangun Desa & Kota dan SDM Unggul, mulai menjadi sasaran kritik tajam dari masyarakat. Meskipun digembar-gemborkan sebagai pilar utama pembangunan, implementasinya di lapangan dinilai jalan di tempat dan jauh dari harapan.

​Masyarakat merasakan bahwa semangat pembangunan yang seharusnya menjadi fondasi pemerataan belum menunjukkan dampak nyata. Di banyak desa, infrastruktur dasar masih terbengkalai. Jalan rusak, drainase buruk, dan minimnya perawatan fasilitas publik menjadi pemandangan sehari-hari, berbanding terbalik dengan janji percepatan pembangunan yang terus disuarakan.

​Situasi serupa terjadi pada program SDM Unggul. Program ini dinilai belum berhasil melahirkan generasi yang siap bersaing. Kualitas pendidikan dan pelatihan kerja dianggap belum optimal. Akses keterampilan bagi pemuda desa masih terbatas, ditambah lagi dengan kurangnya inovasi dalam menciptakan lapangan kerja berbasis keahlian.

​Suara Kritis dari Direktur LINK Jombang

​Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LINK) Jombang, Aan Anshori, angkat bicara mengenai permasalahan ini. Ia menyebut bahwa program-program unggulan tersebut hanya “jargon politik yang tidak punya arah.”

​”Jika benar-benar serius, seharusnya dampaknya sudah terasa di masyarakat. Nyatanya? Nol besar,” tegas Aan. Ia menambahkan bahwa masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji.

​Aan membeberkan setidaknya tujuh persoalan publik yang ia nilai menjadi indikasi kegagalan ini:

​Tingginya angka pengangguran di Jombang, yang mencapai hampir 30.000 orang.

​Angka stunting yang masih merajalela, dengan hampir 4.000 kasus.

​Mismanagement dalam perpajakan daerah seperti PBB dan BPHTB.

​Aroma korupsi yang terus merebak di banyak desa.

​Minimnya perlindungan anak dan perempuan, terutama dalam kasus kekerasan seksual.

​Layanan publik yang belum optimal, khususnya dalam bidang kependudukan dan catatan sipil.

​Tingginya kerentanan siswa sekolah terhadap kebijakan seperti MBG dan masih banyaknya anak tidak sekolah, yang jumlahnya mencapai lebih dari 5.000.

​Menurut Aan, jika kondisi ini dibiarkan, program Bangun Desa & Kota dan SDM Unggul hanya akan menjadi proyek pencitraan yang tidak membawa perubahan signifikan. Kritik ini menjadi pengingat bagi Asta Cita WARSA untuk segera mengawal programnya dengan kerja nyata, bukan sebatas wacana. Jika tidak, kegagalan besar di mata rakyat sudah menanti.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *