Jombangterkini.com. Jombang – Modus dugaan pemerasan menyasar Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Kaswari. Seorang oknum wartawan bernama Sabar bersama tiga rekannya mendatangi kediaman Kades Kaswari pada Senin (5/10/2026) siang, diduga membawa gertakan berkedok instruksi kepolisian yang berujung pada permintaan uang proposal.
Aksi yang terekam kamera pengawas (CCTV) garasi rumah kades sekitar pukul 13.27 WIB itu memperlihatkan rombongan menumpangi mobil merah. Dalam wawancara eksklusif bersama rekan media dari Kabarjagad, Rabu (7/10/2026), Kaswari mengungkapkan bahwa para pelaku awalnya membawa persoalan utang-piutang warga bernama Eko senilai Rp200 juta dengan warga Lamongan.
”Dia mengaku mendapat perintah dari Satreskrim untuk menyampaikan pesan agar Eko memenuhi panggilan polisi. Bahkan mengancam akan memviralkan dan menjemput paksa,” ujar Kaswari.
Merasa urusan hukum merupakan kewenangan kepolisian, Kades yang baru menjabat tiga bulan tersebut menolak diintervensi. Namun, arah pembicaraan mendadak berubah ketika oknum tersebut menyodorkan proposal kegiatan reuni aliansi wartawan dan meminta jatah uang.
”Setelah saya tolak urusan Eko, dia mengajukan proposal reuni. Dia bilang kades-kades lain ada yang memberi Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Saya anggap ini gertakan karena saya kades baru,” tegas Kaswari.
Bukti kedatangan rombongan tersebut tersimpan kuat dalam rekaman CCTV merek EZVIZ berdurasi terekam pukul 13.27 WIB yang kini dikantongi redaksi.
Tanggapan Oknum Wartawan
Guna memenuhi kaidah keberimbangan berita sesuai Kode Etik Jurnalistik, redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi intensif kepada Sabar via WhatsApp pada Rabu (7/10/2026). Diberikan 10 poin pertanyaan klarifikasi, Sabar tidak menjawab substansi tuduhan secara tertulis dan justru melayangkan panggilan telepon berulang kali.
Lewat pesan singkat, Sabar membantah tuduhan tersebut. “Salah besar. Pyn penjelasan dari siapa… Salah semua itu bos pertanyaannya,” tulisnya.
Ketika diminta memberikan klarifikasi tertulis, Sabar enggan merinci poin mana yang dianggap keliru. Ia malah mempertanyakan legalitas dan sertifikasi wartawan peliput. “Ayo ketemu… biar tahu. Pyn punya UKW dan pernah ikut Diklat Dewan Pers? Fitnah kabeh,” kilahnya, sembari membenarkan hadir bersama tiga rekan media lainnya mengendarai mobil.
Kades Siap Tempuh Jalur Hukum
Menanggapi insiden ini, Kades Sukorejo melayangkan peringatan keras terhadap oknum-oknum yang mencoba mengganggu kondusivitas desanya.
”Jangan yang tidak ada masalah dibikin masalah, ending-nya cari duit. Kalau ada warga yang dirugikan karena ulah oknum seperti ini, akan saya laporkan ke polisi,” pungkas Kaswari.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Satreskrim terkait dugaan pencatutan nama institusi kepolisian tersebut dan tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait.
(Red)






