Jombangterkini.com Jombang – Genderang masa reses caturwulan (cawu) II tahun 2026 resmi ditabuh. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menutup masa sidang dengan menggelar rapat paripurna internal pada Sabtu (15/3/2026), sekaligus menandai dimulainya agenda turun lapang bagi seluruh wakil rakyat di Kota Santri.
Rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, didampingi para Wakil Ketua, yakni Donny Anggun dan M. Syarif Hidayatullah.
Bukan Sekadar Seremonial
Bagi Hadi Atmaji, reses bukan sekadar agenda rutin dalam kalender legislatif, melainkan momentum krusial untuk memperpendek jarak antara kebijakan dan kenyataan di lapangan.
”Setelah ini, masing-masing anggota dewan akan turun ke daerah pemilihan (dapil) mereka. Inilah saatnya kami mendengar langsung apa yang menjadi keluh kesah dan kebutuhan masyarakat,” ujar Hadi.
Mengawal Pokir untuk Pembangunan Jombang
Hasil dari “gerilya” para anggota dewan ini nantinya tidak akan berakhir di catatan saja. Hadi menegaskan bahwa setiap aspirasi yang diserap akan dikristalisasikan menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Infrastruktur: Perbaikan jalan, irigasi, dan fasilitas publik.
Pemberdayaan: Program peningkatan ekonomi kreatif dan kesejahteraan warga.
Aspirasi Lokal: Solusi atas masalah spesifik di tiap desa/kecamatan.
”Aspirasi ini akan kami perjuangkan untuk masuk dalam program pembangunan daerah. Ini adalah bentuk komitmen nyata DPRD Jombang untuk hadir dan mendampingi masyarakat,” tegasnya.
Menyentuh Detail Kebutuhan Rakyat
Dengan terjun langsung, para wakil rakyat diharapkan mampu melihat secara detail dinamika yang terjadi di akar rumput. Hadi menutup dengan optimisme bahwa hasil reses ini akan menjadi motor penggerak pembangunan Jombang yang lebih tepat sasaran.
”DPRD harus tahu kebutuhan riil tiap dapil. Semua ini bermuara pada satu tujuan: mendukung kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Jombang,” pungkas politisi tersebut.
(Red)






