Dialog Hangat di Ruang Haji Kemenag: Merajut Asa Kesetaraan Pendidikan Jombang

Audensi dewan pendidikan dengan kemenag Jombang

Jombangterkini.Com Jombang– Senin, 10 November 2025, menjadi penanda penting bagi dunia pendidikan di Jombang. Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang hadir di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jombang untuk berdialog santai namun serius. Pertemuan di Ruang Haji Kemenag ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah upaya bersama untuk mendalami sistem pendidikan madrasah dan mencari jalan keluar atas isu-isu yang selama ini mengganjal.

Audiensi disambut hangat oleh Kepala Kemenag Jombang, Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag., yang merasa gembira atas inisiatif Dewan Pendidikan. Tujuan utamanya sederhana: memperkuat sinergi antara madrasah, yang berada di bawah naungan Kemenag, dengan Pemerintah Daerah.

​Suara Hati Kemenag: Berharap Dukungan yang Utuh

​Dalam penyampaiannya, Dr. Muhajir tak menyembunyikan harapan besarnya. Ia meminta Dewan Pendidikan untuk menjadi jembatan yang menghubungkan aspirasi madrasah kepada Pemkab Jombang.

​”Kami berharap penuh agar Pemerintah Kabupaten Jombang tidak menampakkan sikap ‘tebang pilih’ dalam menyalurkan dukungan, baik itu kepada madrasah maupun sekolah umum negeri,” ujar Dr. Muhajir dengan nada penuh harap.

Kepala kemenag (baju putih)ketua dewan pendidikan (tengah)dan wakil ketua dewan pendidikan Jombang (kanan)

​Muhajir juga memaparkan data-data rinci—mulai dari jumlah madrasah di berbagai tingkatan hingga statistik guru, baik PNS maupun honorer. Semua data ini disajikan untuk menegaskan satu hal: madrasah, meski memiliki kekhasan pada tambahan pendidikan agama, memiliki status dan peran yang setara dalam mencerdaskan generasi Jombang.

Dialog Hangat di Ruang Haji Kemenag: Merajut Asa Kesetaraan Pendidikan Jombang

​Anggaran Daerah: Meluruskan Kebingungan Sejak 2012

​Salah satu inti perbincangan yang paling menarik adalah soal dukungan pendanaan. Selama ini, muncul semacam kesan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak bisa menyentuh madrasah. Dr. Muhajir hadir untuk meluruskan persepsi ini.

​kepala kemenag Jombang ini, menjelaskan bahwa pandangan tersebut sudah tidak relevan. Ada Anjuran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang terbit sejak tahun 2012 yang secara tegas menyatakan bahwa APBD boleh dan sah dialokasikan untuk madrasah.

​”Alasannya sangat mendasar. Anak-anak yang menempuh pendidikan di madrasah adalah juga anak-anak Jombang. Perbedaan pada status lembaga vertikal Kemenag seharusnya tidak menjadi alasan ” tegas Kepala Kemenag, menekankan pentingnya perlakuan yang sama.

​Komitmen Dewan Pendidikan: Siap Menjadi Penggerak Keadilan

​Menanggapi harapan tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Jombang, Dr. Ir. H. Cholil Hasyim, M.Si., menyambut baik. Ketua dewan pendidikan Jombang ini menyampaikan terima kasih atas sambutan dan keterbukaan Kemenag Jombang.

​Dr. Cholil Hasyim memberikan komitmen: “Kami di Dewan Pendidikan siap menyampaikan dan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi Kepala Kemenag. Kami akan berupaya keras agar ada dukungan yang adil dan merata bagi seluruh lembaga pendidikan, termasuk madrasah.”

​Pertemuan yang penuh optimisme ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi Pemerintah Kabupaten Jombang untuk meninjau kembali kebijakan anggaran, mewujudkan sebuah iklim pendidikan yang benar-benar setara bagi seluruh anak-anak Jombang, tanpa memandang label sekolah mereka.(Red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *