JOMBANG TERKINI.COM JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi memulai babak baru pembangunan desa tahun 2026. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pemkab meluncurkan penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) serta bagi hasil Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD) dalam acara sosialisasi di Pendopo Kabupaten, Kamis (5/2/2026).
Acara ini bukan sekadar seremoni. Bupati Jombang, Warsubi, hadir langsung bersama jajaran pejabat teras untuk memberikan “lampu hijau” bagi akselerasi pembangunan di level akar rumput.
Mandiri Secara Status, Kuat Secara Anggaran
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi desa di Jombang. Sejak 2020, Jombang telah menghapus jejak “desa tertinggal” dan kini mayoritas telah berstatus Desa Mandiri.
Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Jombang tidak main-main dalam memberikan dukungan finansial. Berikut rincian dana yang disiapkan:

Besarnya anggaran ini harus diimbangi pengelolaan yang tertib. Perencanaan harus matang dan pelaporan wajib tepat waktu,” tegas Warsubi.
Inovasi “Satu Dusun Tiga Wirausaha”
Tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Bupati Warsubi membawa visi ekonomi yang segar. Ia mendorong desa untuk menyukseskan program pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah target “Satu Dusun Tiga Wirausaha”. Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat dusun.
Apresiasi untuk Desa Berprestasi
Momentum ini juga menjadi panggung penghargaan bagi desa yang menunjukkan performa luar biasa sepanjang 2025:
Kecepatan APBDes: Desa Gajah (Ngoro) menyabet Juara I, disusul Desa Asemgede dan Desa Pojokrejo.

Kreativitas Digital: Desa Mojotrisno, Carangrejo, dan Ngampungan berhasil memenangkan kategori Video Kreatif Desa.
Selain penghargaan, sisi humanis juga ditunjukkan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris perangkat desa dan petugas ambulans sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Mekanisme Pencairan Dipercepat
Kepala DPMD Jombang, Sudiro Setiono, menyatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar seluruh kepala desa memahami mekanisme terbaru. Targetnya, dana bisa segera dicairkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
(Red)






